Yakni mulai dari pelepasan, pembuatan motif kain, hingga pemasangan kembali di makam Sunan Kudus.
Lebih lanjut, kain mori yang sudah digunakan satu tahun penuh pun dibagikan kepada masyarakat secara cuma-cuma.
Baca Juga: Siapa Sangka Wali Songo Asal Jawa Timur Ini Memiliki 4 Makam di Lokasi Berbeda, Mengapa?!
Pelepasan luwur pesarean ini merupakan bagian dari rangkaian tradisi buka luwur masyarakat Kudus.
Tradisi buka luwur ini untuk 1 Suro sampai 10 Muharram. Dilakukan dengan berbagai rangkaian sampai puncak 10 Muharram tiba.
Buka luwur dilakukan untuk mengenang dan menghormati sosok Sunan Kudus yang sudah berjasa bagi penyebaran Agama Islam.
Di dalamnya juga masih banyak rangkaian yang memiliki makna dalam sepanjang peringatan Tahun Baru Islam.
Salah satunya adalah dengan memberikan bingkisan nasi atau brekat kepada warga Kudus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk sedekah.
Mereka berharap jika makanan ini disantap warga Kudus. Maka mereka akan merasakan berkahnya dari tradisi 1 Suro sekaligus mengenang Sunan Kudus.***
Artikel Terkait
Dibangun Wali Songo, Masjid Sang Cipta Rasa di Cirebon Jadi Tempat Sunan Kudus Bunuh Guru Sunan Kalijaga, Kenapa?
'Gusjigang' Sebuah Wasiat Sunan Kudus yang Punya Makna Mendalam untuk Mengubah Hidup
Sempat Untuk Meracuni Wali Songo? Kenali Kuliner Khas Cirebon Buatan Pangeran yang Disiram Pakai Kuah Oncom Hangat
Melirik Kuliner Legendaris Favorit Sunan Kalijaga Wali Songo! Caos Dahar Khas Demak Punya Filosofi di Luar Nalar
Mitos dan Legenda Malam 1 Suro, Dipercaya Akan Datangnya Sosok Penting Pelindung Masyarakat Jawa
5 Fakta Malam 1 Suro yang Sering Dianggap Mistis, Awal Bulan Muharram Tak Boleh Keluar Rumah hingga Gelar Pesta?