Senin, 29 Juni 2026

Dulu Menguasai Banyak Daerah di Jawa, Begini Sejarah Penyusutan Wilayah Kesultanan Yogyakarta dari Masa ke Masa

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 11 Mei 2026 | 20:00 WIB
Peta wilayah awal Yogyakarta. (Kratonjogja.id)
Peta wilayah awal Yogyakarta. (Kratonjogja.id)

Perubahan besar kembali terjadi ketika Inggris menguasai Jawa tahun 1811. Pada masa itu, hubungan Keraton Yogyakarta dengan pemerintah kolonial semakin tegang.

Sri Sultan Hamengku Buwono II kembali mengambil kekuasaan setelah Belanda jatuh. Namun hubungan dengan pemerintahan Inggris di bawah Thomas Stamford Raffles memburuk.

Ketegangan tersebut berujung penyerbuan Keraton Yogyakarta pada Juni 1812. Peristiwa itu dikenal sebagai Geger Sepehi.

Sri Sultan Hamengku Buwono II kemudian ditangkap dan diasingkan. Kedudukannya digantikan Sri Sultan Hamengku Buwono III.

Dalam periode itu, Inggris juga membentuk Kadipaten Pakualaman. Wilayahnya diambil dari sebagian tanah Kesultanan Yogyakarta.

Perubahan wilayah kembali terjadi setelah Perang Jawa tahun 1825 hingga 1830. Perang tersebut dipimpin Pangeran Diponegoro melawan pemerintah kolonial Belanda.

Perlawanan besar itu membuat pemerintah kolonial mengalami kerugian besar. Setelah perang berakhir, wilayah mancanegara Yogyakarta diserahkan kepada pemerintah kolonial.

Penyusutan wilayah membuat kekuasaan Kesultanan Yogyakarta semakin terbatas. Wilayah-wilayah luar akhirnya lepas dari kendali keraton.

Pada awal abad ke-20, pemerintah kolonial menerapkan reorganisasi agraria. Kebijakan tersebut membuat batas wilayah Yogyakarta mulai ditetapkan secara lebih jelas.

Pengukuran tanah dilakukan di berbagai daerah kesultanan. Sistem modern mengenai kepemilikan tanah mulai diterapkan pemerintah kolonial.

Perubahan terbesar terjadi setelah Indonesia merdeka tahun 1945. Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia.

“Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman bergabung dengan Indonesia.”

Gabungan kedua wilayah itu kemudian menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah tersebut bertahan hingga sekarang sebagai salah satu daerah istimewa di Indonesia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kratonjogja.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X