Masjid Jami’ An-Nur Mlangi didirikan oleh Kyai Nur Iman. Beliau adalah saudara Sri Sultan Hamengku Buwono I. Masjid ini berdiri di atas tanah perdikan sejak 1758.
Masjid Plosokuning dikenal sebagai yang paling terjaga keasliannya. Salah satu cirinya adalah kolam yang mengelilingi masjid. Kolam ini digunakan untuk membersihkan diri.
Masjid Nurul Huda Dongkelan memiliki sejarah perlawanan. Pada masa Perang Diponegoro, masjid ini dibakar Belanda. Mustaka tanah liat menjadi bagian yang tersisa.
Masjid Jami’ Ad-Darojat Babadan juga mengalami perpindahan lokasi. Peristiwa ini terjadi pada masa pendudukan Jepang. Masjid kembali dibangun di lokasi lama pada 1960.
Dalam falsafah Jawa dikenal istilah kiblat papat limo pancer. Konsep ini diwujudkan melalui empat Masjid Pathok Negara. Masjid Gedhe menjadi pusatnya.
Falsafah ini menggambarkan konsep mandala dalam pemerintahan. Mandala mencerminkan keharmonisan makrokosmos dan mikrokosmos. Dalam budaya Jawa dikenal sebagai Manunggaling Kawulo Gusti.
Keberadaan Masjid Pathok Negara menjadi simbol kesatuan ruang dan spiritual. Masjid tidak hanya berdiri sebagai bangunan ibadah. Ia juga menjadi penanda sistem sosial dan pemerintahan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
3 Masjid di Jember ini Memiliki Kubah Estetik, Salah Satunya Memiliki Kubah Mirip Desain Gedung DPR RI
4 Fakta Masjid Al Aqsa di Palestina, Tempat Bersejarah dalam Peristiwa Isra Mi’raj, Tercatat di Al Quran hingga Tertua Kedua di Dunia
Tahun Berdiri Masjid Agung Demak Masih Diperdebatkan, Inilah Jejak Sejarah dan Petunjuk yang Tersisa
Peran Sunan Kalijaga di Masjid Agung Demak, Kisah Penentuan Arah Kiblat, dan Warisan Arsitektur Islam Jawa