Kamis, 4 Juni 2026

Kiblat Papat Limo Pancer: Apa itu Masjid Pathok Negara di Yogyakarta yang Jadi Penyangga Keraton dan Pusat Syariat?

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 1 Februari 2026 | 19:30 WIB
Pengertian Masjid Pathok Negara di Yogyakarta. (kratonjogja.id)
Pengertian Masjid Pathok Negara di Yogyakarta. (kratonjogja.id)

Masjid Jami’ An-Nur Mlangi didirikan oleh Kyai Nur Iman. Beliau adalah saudara Sri Sultan Hamengku Buwono I. Masjid ini berdiri di atas tanah perdikan sejak 1758.

Masjid Plosokuning dikenal sebagai yang paling terjaga keasliannya. Salah satu cirinya adalah kolam yang mengelilingi masjid. Kolam ini digunakan untuk membersihkan diri.

Masjid Nurul Huda Dongkelan memiliki sejarah perlawanan. Pada masa Perang Diponegoro, masjid ini dibakar Belanda. Mustaka tanah liat menjadi bagian yang tersisa.

Masjid Jami’ Ad-Darojat Babadan juga mengalami perpindahan lokasi. Peristiwa ini terjadi pada masa pendudukan Jepang. Masjid kembali dibangun di lokasi lama pada 1960.

Dalam falsafah Jawa dikenal istilah kiblat papat limo pancer. Konsep ini diwujudkan melalui empat Masjid Pathok Negara. Masjid Gedhe menjadi pusatnya.

Falsafah ini menggambarkan konsep mandala dalam pemerintahan. Mandala mencerminkan keharmonisan makrokosmos dan mikrokosmos. Dalam budaya Jawa dikenal sebagai Manunggaling Kawulo Gusti.

Keberadaan Masjid Pathok Negara menjadi simbol kesatuan ruang dan spiritual. Masjid tidak hanya berdiri sebagai bangunan ibadah. Ia juga menjadi penanda sistem sosial dan pemerintahan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kratonjogja.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X