Minggu, 19 Juli 2026

Mengintip Desa Wisata Mojo Gunungkidul, Desa Karst dengan 3 Goa Tersambung dan Kerajinan Batu Kapur Bernilai Tinggi

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 1 Februari 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi desa wisata di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. (Pexels/Mike Panton)
Ilustrasi desa wisata di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. (Pexels/Mike Panton)

SketsaNusantara.id - Desa wisata terus menjadi magnet baru pariwisata berbasis alam dan budaya.

Salah satu yang menarik perhatian berada di wilayah selatan Yogyakarta. Desa Wisata Mojo hadir dengan karakter alam karst yang kuat dan pengalaman wisata berbeda.

Pemkab Gunungkidul meresmikan Desa Wisata Mojo sebagai desa wisata minat khusus pada 2009. Lokasinya berada di Dusun Mojo, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

Baca Juga: Desa Wisata Blue Lagoon Sleman Yogyakarta: Pemandian Alami Lereng Merapi dengan Air Jernih dan Akses Mudah dari Kota

Sejak awal, kawasan ini dikembangkan dengan memaksimalkan potensi alam dan aktivitas warga setempat.

Keunikan utama Desa Wisata Mojo terletak pada topografi wilayahnya. Perbukitan kapur mendominasi lanskap desa.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Jogjaprov.go.id, kondisi ini membentuk sistem goa yang saling terhubung dan menjadi daya tarik wisata alam. Tiga goa utama berada di kawasan ini, yakni Goa Sinden, Goa Gesing, dan Goa Jlamprong.

Baca Juga: Mengenal Desa Wisata Jelok Gunungkidul, Destinasi Edukatif dengan Arung Jeram, Goa Alami, dan Penginapan Tradisional

Ketiga mulut goa tersebut saling tersambung dalam satu jalur lorong. Panjang lorong susur goa mencapai sekitar 500 meter. Jalur ini kemudian dimanfaatkan sebagai wisata minat khusus berupa susur goa. Aktivitas tersebut menjadi pembeda Desa Wisata Mojo dibanding desa wisata lainnya di Gunungkidul.

Selain potensi wisata alam, Desa Wisata Mojo juga berkembang melalui kreativitas warganya. Perbukitan karst yang melimpah tidak hanya menjadi latar alam. Penduduk setempat memanfaatkan batu kapur sebagai bahan dasar kerajinan bernilai seni tinggi.

Batu kapur yang awalnya berupa onggokan diolah oleh pengrajin lokal. Dari tangan mereka, batu tersebut berubah menjadi berbagai produk dekoratif. Kerajinan yang dihasilkan meliputi patung, pot lampion, ornamen, serta hiasan interior lainnya. Produk-produk tersebut digunakan untuk memperindah ruang hunian maupun ruang publik.

Pasar kerajinan batu karst Desa Wisata Mojo tidak hanya menjangkau konsumen dalam negeri. Produk kerajinan ini telah menembus pasar mancanegara.

Negara tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat, Australia, Jepang, Korea Selatan, hingga beberapa negara Eropa.

Dari sisi fasilitas, Desa Wisata Mojo telah didukung sarana yang memadai. Fasilitas umum tersedia untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Di antaranya warung makan, kamar mandi, mushala, serta area parkir kendaraan. Desa ini juga menyediakan homestay dan penginapan dengan tarif terjangkau.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X