SketsaNusantara.id - Desa wisata terus menjadi magnet baru pariwisata berbasis alam dan budaya.
Salah satu yang menarik perhatian berada di wilayah selatan Yogyakarta. Desa Wisata Mojo hadir dengan karakter alam karst yang kuat dan pengalaman wisata berbeda.
Pemkab Gunungkidul meresmikan Desa Wisata Mojo sebagai desa wisata minat khusus pada 2009. Lokasinya berada di Dusun Mojo, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
Sejak awal, kawasan ini dikembangkan dengan memaksimalkan potensi alam dan aktivitas warga setempat.
Keunikan utama Desa Wisata Mojo terletak pada topografi wilayahnya. Perbukitan kapur mendominasi lanskap desa.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Jogjaprov.go.id, kondisi ini membentuk sistem goa yang saling terhubung dan menjadi daya tarik wisata alam. Tiga goa utama berada di kawasan ini, yakni Goa Sinden, Goa Gesing, dan Goa Jlamprong.
Ketiga mulut goa tersebut saling tersambung dalam satu jalur lorong. Panjang lorong susur goa mencapai sekitar 500 meter. Jalur ini kemudian dimanfaatkan sebagai wisata minat khusus berupa susur goa. Aktivitas tersebut menjadi pembeda Desa Wisata Mojo dibanding desa wisata lainnya di Gunungkidul.
Selain potensi wisata alam, Desa Wisata Mojo juga berkembang melalui kreativitas warganya. Perbukitan karst yang melimpah tidak hanya menjadi latar alam. Penduduk setempat memanfaatkan batu kapur sebagai bahan dasar kerajinan bernilai seni tinggi.
Batu kapur yang awalnya berupa onggokan diolah oleh pengrajin lokal. Dari tangan mereka, batu tersebut berubah menjadi berbagai produk dekoratif. Kerajinan yang dihasilkan meliputi patung, pot lampion, ornamen, serta hiasan interior lainnya. Produk-produk tersebut digunakan untuk memperindah ruang hunian maupun ruang publik.
Pasar kerajinan batu karst Desa Wisata Mojo tidak hanya menjangkau konsumen dalam negeri. Produk kerajinan ini telah menembus pasar mancanegara.
Negara tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat, Australia, Jepang, Korea Selatan, hingga beberapa negara Eropa.
Dari sisi fasilitas, Desa Wisata Mojo telah didukung sarana yang memadai. Fasilitas umum tersedia untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Di antaranya warung makan, kamar mandi, mushala, serta area parkir kendaraan. Desa ini juga menyediakan homestay dan penginapan dengan tarif terjangkau.
Artikel Terkait
Berkembang sejak 2015, Desa Wisata Kaki Langit Mangunan Jadi Simbol Kebangkitan Pariwisata Perbukitan Yogyakarta
Bukan Sekadar Liburan, Desa Wisata Kebonagung Bantul Ajak Wisatawan Menanam Padi hingga Belajar Budaya Desa
Bukan Liburan Biasa, Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Ajak Wisatawan Mengenal Adat dan Budaya, Seperti Kembali ke Zaman Dulu
Desa Wisata Kasongan Bantul, Sentra Gerabah Yogyakarta dengan Sejarah Panjang dan Deretan Showroom Kerajinan
Pesona Desa Wisata Gamplong Sleman, Seni Tenun Turun-temurun yang Masih Hidup di Tengah Persaingan Industri