SketsaNusantara.id - Kabupaten Sleman dikenal sebagai salah satu daerah di DIY dengan desa wisata terbanyak.
Sejumlah desa wisata tumbuh dengan mengandalkan potensi alam dan kearifan lokal. Salah satu yang menarik perhatian wisatawan adalah Desa Wisata Blue Lagoon.
Desa wisata ini menawarkan pemandian alami dari mata air bawah tanah. Keunikan tersebut membedakannya dari desa wisata lain di Sleman. Air yang jernih dan suasana alami menjadi daya tarik utama.
Dilansir dari Jogjaprov.go.id, Desa Wisata Blue Lagoon berada di Desa Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Lokasinya terletak di kawasan lereng Gunung Merapi. Akses menuju lokasi terbilang mudah dari pusat Kota Yogyakarta.
Wisatawan dapat menuju Jalan Kaliurang ke arah utara. Perjalanan dilanjutkan hingga pertigaan Besi–Jangkang kilometer 13. Dari titik tersebut, pengunjung mengikuti jalur menuju Pasar Jangkang.
Sekitar seratus meter dari pertigaan, terdapat petunjuk menuju lokasi pemandian. Pemandian ini juga dikenal dengan nama Pemandian Tirta Budi. Kawasan wisata ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sebelum dikenal luas, kawasan ini hanyalah desa biasa. Mata air di area tersebut awalnya dimanfaatkan untuk irigasi sawah. Lokasinya berada di tengah rimbunnya pepohonan bambu.
Perubahan mulai terjadi pada tahun 2014. Kelompok mahasiswa KKN mempublikasikan foto mata air ke media sosial. Sejak saat itu, wisatawan mulai berdatangan karena rasa penasaran.
Pengelolaan kawasan wisata dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa. Masyarakat setempat dilibatkan dalam pengembangan dan operasional wisata. Seiring meningkatnya kunjungan, fasilitas mulai dilengkapi secara bertahap.
Pemandian Blue Lagoon memiliki tiga sumber mata air alami. Aliran air dapat terlihat dari gelembung yang muncul di dasar kolam. Airnya tampak bening dengan dasar berbatu yang memantulkan cahaya matahari.
Kolam utama memiliki kedalaman yang cukup untuk berenang. Pengunjung juga dapat melompat dari titik yang telah disediakan. Area kolam utama tidak diperuntukkan bagi anak-anak.
Pengelola menyediakan kolam kecil di dekat kolam utama. Pelampung tersedia bagi pengunjung yang tidak bisa berenang. Peralatan renang dan snorkeling juga dapat disewa di lokasi.
Artikel Terkait
Desa Wisata Banjaroya Kulon Progo di Lereng Menoreh, Alternatif Wisata Alam dan Budaya Dekat Yogyakarta
Berkembang sejak 2015, Desa Wisata Kaki Langit Mangunan Jadi Simbol Kebangkitan Pariwisata Perbukitan Yogyakarta
Bukan Sekadar Liburan, Desa Wisata Kebonagung Bantul Ajak Wisatawan Menanam Padi hingga Belajar Budaya Desa
Bukan Liburan Biasa, Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Ajak Wisatawan Mengenal Adat dan Budaya, Seperti Kembali ke Zaman Dulu
Desa Wisata Kasongan Bantul, Sentra Gerabah Yogyakarta dengan Sejarah Panjang dan Deretan Showroom Kerajinan