Aktivitas lain yang tersedia adalah terapi ikan. Pengunjung dapat menikmati suasana alami di bawah rindangnya bambu. Area ini juga sering dimanfaatkan untuk pengambilan foto bawah air.
Fasilitas pendukung di kawasan wisata tergolong lengkap. Tersedia kamar mandi, mushola, area parkir, dan warung makan. Gazebo disediakan sebagai tempat beristirahat pengunjung.
Desa Wisata Blue Lagoon terus berkembang sebagai tujuan wisata alam. Pengelolaan berbasis masyarakat menjadi bagian dari daya tariknya. Kawasan ini menjadi salah satu contoh desa wisata yang tumbuh dari potensi lokal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Desa Wisata Banjaroya Kulon Progo di Lereng Menoreh, Alternatif Wisata Alam dan Budaya Dekat Yogyakarta
Berkembang sejak 2015, Desa Wisata Kaki Langit Mangunan Jadi Simbol Kebangkitan Pariwisata Perbukitan Yogyakarta
Bukan Sekadar Liburan, Desa Wisata Kebonagung Bantul Ajak Wisatawan Menanam Padi hingga Belajar Budaya Desa
Bukan Liburan Biasa, Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Ajak Wisatawan Mengenal Adat dan Budaya, Seperti Kembali ke Zaman Dulu
Desa Wisata Kasongan Bantul, Sentra Gerabah Yogyakarta dengan Sejarah Panjang dan Deretan Showroom Kerajinan