Kamis, 4 Juni 2026

Jadi Raja saat Masih Berusia 3 Tahun, Begini Cara Sri Sultan Hamengku Buwono V Menyelamatkan Yogyakarta Tanpa Pertumpahan Darah

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 8 November 2025 | 17:00 WIB
Sri Sultan Hamengku Buwono V. (kratonjogja.id)
Sri Sultan Hamengku Buwono V. (kratonjogja.id)

Tak hanya itu, seni wayang orang juga berkembang pesat. Beberapa lakon populer di era itu antara lain Pragulamurti, Petruk Dadi Ratu, Angkawijaya Krama, Jaya Semedi, dan Pregiwa-Pregiwati.

Sri Sultan Hamengku Buwono V wafat pada 5 Juni 1855 dan dimakamkan di Astana Besiyaran, Pajimatan Imogiri.

Saat wafat, permaisuri pertamanya belum memiliki keturunan, sementara permaisuri kedua, GKR Sekar Kedhaton, sedang mengandung.

Takhta kemudian diteruskan oleh adiknya, Raden Mas Mustojo, yang bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono VI.

Warisan kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono V memperlihatkan sisi lain dari sejarah Jawa bahwa kekuatan tak selalu datang dari peperangan, melainkan juga dari kebijaksanaan, seni, dan kemanusiaan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kratonjogja.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X