3. Menjaga Keseimbangan antara Manusia dan Lingkungan
Tradisi Egek menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan lingkungan.
Keseimbangan tersebut diwujudkan dengan menyadari bahwa sumber daya alam yang ada jumlahnya terbatas.
Selain itu juga dengan melakukan praktik-praktik berkelanjutan demi memastikan kelestariannya bagi generasi mendatang.
4. Pembagian Wilayah menjadi 3 Zona
Tradisi Egek membagi wilayah sumber daya alam menjadi 3 Zona. Ketiga wilayah itu adalah Soo, Kofok, dan Egek.
Soo adalah wilayah yang dianggap suci dan menjadi pusat sakral bagi Suku Moi. Wilayah ini tidak boleh dimasuki, ditebang, atau dimanfaatkan.
Dalam kepercayaan Suku Moi, Soo adalah tempat arwah leluhur mereka menantikan Tuhan.
Wilayah ini dilarang untuk dilintasi oleh siapapun kecuali mereka yang telah menempuh pendidikan adat atau disebut dengan Kambik.
Kofok adalah tempat suci yang menyimpan sejarah dan simbol-simbol leluhur.
Wilayah ini berada di zona inti dan penyangga Soo, dan harus dihormati dengan ketenangan serta kesakralan.
Egek adalah zona dengan pemanfaatan terbatas. Zona ini memiliki waktu tertentu kapan aktivitas di wilayah ini diperbolehkan (ketika Egek terbuka) dan waktu kapan aktivitas dilarang (ketika Egek tertutup).
Artikel Terkait
Jarang yang Tahu? 2 Sub Suku Batak Ini Ternyata Mayoritasnya Menganut Agama Islam
5 Teori Asal-usul Suku Jawa: Penduduk Terbesar di Indonesia Ini Bukan Berasal dari 3 Ras Utama?
Mengenal Asal Muasal Suku Sasak di Lombok: Memiliki Bahasa yang Mirip dengan Thailand dan Filipina?
Sosok Aki Tirem dari Salakanagara: Leluhur Suku Sunda ini Terkenal dalam Catatan Sejarah China
Apa Itu Tradisi Angngaru? Intip Ritual Khas Suku Bugis Makassar yang Heboh Karena Berita Pemainnya yang Tertusuk Benda Tajam
Bikin Banyak Wanita Iri Karena Mandi Duit Bergepok-Gepok, Intip Tradisi Unik Pernikahan Suku Kalabari di Nigeria