Minggu, 19 Juli 2026

5 Teori Asal-usul Suku Jawa: Penduduk Terbesar di Indonesia Ini Bukan Berasal dari 3 Ras Utama?

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 17 Agustus 2024 | 11:45 WIB
Teori asal-usul suku Jawa di Indonesia.   (X/ @tekarok007.)
Teori asal-usul suku Jawa di Indonesia. (X/ @tekarok007.)

 

SketsaNusantara.id - Suku Jawa, yang pernah menjadi saksi sejarah penting di Keraton Ngayogyakarta pada tahun 1812, kini dikenal sebagai suku terbesar di Indonesia.

Dengan populasi yang hampir menyentuh setengah dari total penduduk Indonesia, kehadiran suku Jawa tak hanya terasa di Tanah Air, tetapi juga menyebar hingga ke berbagai belahan dunia.

Keberadaan mereka yang meluas ini menimbulkan rasa penasaran tentang asal-usul suku Jawa, yang ternyata menyimpan banyak kisah menarik, teori dan penuh misteri.

Baca Juga: Profil Livenia Evelyn Kurniawan, Paskibraka Pembawa Bendera Sang Saka Merah Putih pada Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di IKN

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Polemik, berikut ini 5 teori yang menjadi asal-usul suku Jawa:

1. Legenda Babad Tanah Jawa: Pangeran Astina dan Pulau Misterius

Salah satu kisah paling legendaris tentang asal-usul suku Jawa berasal dari Babad Tanah Jawa.

Menurut legenda ini, seorang pangeran dari Kerajaan Astina dikisahkan menemukan sebuah pulau terpencil yang kemudian dikenal sebagai Pulau Jawa.

Baca Juga: Sebelum Negara Sudah Ada Ulama, Gus Baha Jelaskan Peran Kyai dalam Kemerdekaan Indonesia

Bersama para pengikut setianya, sang pangeran mendirikan sebuah kerajaan baru bernama Java Jagatwara, yang menjadi cikal bakal suku Jawa.

Cerita ini menggambarkan pengembaraan sang pangeran yang meninggalkan tanah kelahirannya akibat konflik, dan menemukan tempat baru yang kemudian menjadi rumah bagi keturunannya.

2. Mitos dari Surat Kuno Malang: Jejak Migrasi dari Turki

Berbeda dengan Babad Tanah Jawa, mitos dari surat kuno Malang menawarkan versi lain. Menurut mitos ini, nenek moyang orang Jawa berasal dari Kerajaan Turki.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X