Mo Go Bo Tho Ngo
Baris keempat dari aksara Jawa ini bermakna “manungso kinodrat dosa, lali, luput, apes, lan mati“ yang berarti manusia pasti memiliki dosa, lupa, kesalahan, kesialan, dan mati.
Makna filosofis dari baris keempat ini menekankan bahwa manusia sejatinya selalu memiliki kekurangan.
Akan menyalahi kodrat sebagai manusia apabila manusia itu sendiri tidak mau mengakui kesalahan atau kekurangan yang ada pada dirinya.
Kelemahan dan kekurangan tersebut seharusnya dapat menjadikan manusia untuk senantiasa eling lan waspodo (ingat dan waspada).
Sehingga manusia dapat senantiasa berhati-hati dalam bertindak agar tidak merugikan diri sendiri, orang lain, dan alam.
Makna filosofis Aksara Jawa ini tidak hanya sekadar makna yang tidak ada artinya, namun menjadi salah satu tuntunan masyarakat dalam kehidupan karena memiliki nilai-nilai luhur yang harus dilestarikan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Hunting Wisata Kuliner, Cek 2 Rekomendasi Rumah Makan Bakso di Banyuwangi Jawa Timur, Pertama Auto Nagih!
Cucu Megawati Jadi Unggulan di PDIP Jawa Tengah, Putri Puan Maharani Terima 25 Dukungan PAC Kalahkan Nama-Nama Besar Partai
Wisata Sejarah di Malang Jawa Timur, Inilah Pesona Candi Singosari dan Kisah Legendanya yang Memikat
Gus Fawait Optimistis Pramuka Jember Raih Prestasi pada Giat Prestasi Penegak Jawa Timur 2025 di Malang
Arti Pepatah Jawa Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah, Ungkapan yang Mengajarkan Persatuan dan Mengingatkan Bahayanya Perpecahan