SketsaNusantara.id - Kekayaan budaya adalah salah satu keistimewaan Indonesia. Negara dengan beragam suku ini memiliki bahasa, ideologi, serta tradisi daerah yang beragam pula.
Bagi suatu masyarakat, untuk menjaga entitas budayanya, kearifan lokal berupa falsafah hidup sangat penting dan menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Setiap suku bangsa yang hidup di Indonesia memiliki ideologi atau falsafah hidup yang menjadi pedoman dalam kehidupannya sehari-hari.
Baca Juga: Festival Hyang Argopuro Tuai Banyak Pujian, Kemendikbudristek: Ini Pelestarian Budaya dan Tradisi
Salah satunya adalah falsafah hidup yang dimiliki oleh masyarakat Suku Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Falsafah tersebut disebut dengan 3 Sipa’ (sifat) yang terdiri atas 3 prinsip yakni Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge’.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Universitas Islam Negeri Alauddin, ketiga prinsip ini merupakan cerminan dari sikap saling menghargai antar sesama, tolong-menolong, serta saling memuliakan dalam kehidupan bermasyarakat.
Berikut penjelasan dari setiap prinsip dalam falsafah hidup Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge’.
Sipakatau
Sipakatau secara bahasa berarti saling memanusiakan. Prinsip ini mendorong agar setiap individu dalam masyarakat saling mengenal dan memahami satu sama lain sehingga tercipta hubungan yang harmonis.
Prinsip ini menegaskan bahwa setiap manusia memiliki nilai yang sama, tanpa memandang status sosial, kekayaan, penampilan, dan latar belakang lainnya.
Dalam praktiknya prinsip ini tercermin dalam penggunaan bahasa yang santun, saling menghormati, menghargai pendapat orang lain, dan memperlakukan semua orang secara adil.
Artikel Terkait
Memukau, Warga Desa di Nganjuk Gelar Pawai Budaya Peringati HUT RI ke 80
Berusia 45 Tahun, SMAN 1 Jombang Kerahkan Seluruh Warga Sekolah Ikuti Pawai Budaya
Perjalanan Cerutu Jember dari Tradisi Tembakau Berkualitas hingga Jadi Produk Premium Bernilai Budaya dan Ekonomi yang Mendunia
Terancam Punah, 2 Ritual Unik Pemuda-Pemudi di Sumatera Selatan dan Lampung ini Jadi Warisan Budaya yang Sangat Jarang Diketahui
Sejarah Gedung Grahadi Surbaya yang Dibakar saat Demo, Cagar Budaya Berusia 2 Abad yang Jadi Rumah Dinas Gubernur Jatim