Pepatah ini selain mengajak untuk senantiasa rukun dalam persatuan juga mengingatkan akan bahaya yang dapat timbul dari perpecahan.
Kondisi yang diwarnai dengan perpecahan atau konflik tidak hanya menjadikan situasi menjadi tidak rukun, namun juga menyebabkan kerusakan.
Dalam budaya Jawa, konflik dan perselisihan dianggap sebagai sumber masalah sosial dan ekonomi yang besar sehingga harus dihindari agar tidak terjadi kerusakan yang lebih besar.
Pepatah Jawa ini dalam bahasa Indonesia sama artinya dengan “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh.”
Makna yang terkandung pun sama, yakni apabila setiap unsur masyarakat atau bangsa mau mengutamakan kerukunan dan kebersamaan maka masyarakat atau negara tersebut akan menjadi kuat.
Sebaliknya, apabila setiap unsur masyarakat mendahulukan kepentingan masing-masing akan besar kemungkinannya terjadi perpecahan hingga kerusakan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Khofifah Indar Parawansa Pimpin Sholat Ghaib Bersama Warga Jawa Timur untuk Affan Kurniawan
Tiket Masuk Hanya 10 Ribu Nikmati Pesona Menawan Kebun Teh Gunung Gambir di Jember Jawa Timur
3 Top Wisata Terpopuler di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur 2025, Masih Eksis Sampai Sekarang!
Jawa Timur Surganya Cagar Alam dan Suaka Margasatwa, Apa Sih Bedanya?
Sejuk Bukan Main! Intip 2 Wisata Alam di Banyuwangi Jawa Timur, Cocok Dikunjungi Pas Weekend dan Liburan