Kamis, 4 Juni 2026

Arti Pepatah Jawa Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah, Ungkapan yang Mengajarkan Persatuan dan Mengingatkan Bahayanya Perpecahan

Photo Author
Arif Rohman Mu'tasim, Sketsa Nusantara
- Selasa, 9 September 2025 | 22:00 WIB
Pepatah Jawa Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah mengajarkan persatuan dan mengingatkan bahayanya perpecahan. (Freepik.com/Pikisuperstar)
Pepatah Jawa Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah mengajarkan persatuan dan mengingatkan bahayanya perpecahan. (Freepik.com/Pikisuperstar)

 

SketsaNusantara.id - Masyarakat Jawa adalah salah satu dari sekian banyak suku budaya yang ada di Indonesia.

Suku dengan populasi terbanyak di Nusantara ini memiliki sejarah serta filosofi hidup yang patut dijadikan contoh dalam kehidupan.

Salah satu filosofi tersebut adalah pepatah yang berbunyi “Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah.”

Baca Juga: Wisata Sejarah di Malang Jawa Timur, Inilah Pesona Candi Singosari dan Kisah Legendanya yang Memikat

Pepatah tersebut terdiri dari dua kalimat, yakni “rukun agawe santosa” yang artinya “rukun membuat kuat” dan “crah agawe bubrah” yang artinya “konflik membuat rusak.”

Berikut kandungan makna dari pepatah Jawa tersebut.

Kerja Sama dan Persatuan

Dilansir SketsaNusantara.id dari javanologi.uns.ac.id, konsep “rukun” dalam pepatah ini bermakna persatuan dan kesatuan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa.

Baca Juga: Wisata Sejarah di Malang Jawa Timur, Inilah Pesona Candi Singosari dan Kisah Legendanya yang Memikat

Kalimat pertama yang berbunyi “rukun agawe santosa” menekankan pentingnya harmoni dan kerja sama demi tercapainya keadaan damai dan sejahtera.

Dalam kosakata Jawa, kata “santosa” tidak hanya diartikan sebagai kuat secara fisik saja, namun lebih dalam dari itu yakni kesejahteraan atau kebahagiaan bagi semua.

Mengingatkan Akan Bahaya Perpecahan dan Konflik

Kalimat kedua dari pepatah ini yang berbunyi “crah agawe bubrah” jika diartikan setiap kata, crah artinya adalah perpecahan, pertikaian, dan konflik, bubrah artinya bubar, rusak, bercerai-berai.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X