SketsaNusantara.id - Masyarakat Jawa adalah salah satu dari sekian banyak suku budaya yang ada di Indonesia.
Suku dengan populasi terbanyak di Nusantara ini memiliki sejarah serta filosofi hidup yang patut dijadikan contoh dalam kehidupan.
Salah satu filosofi tersebut adalah pepatah yang berbunyi “Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah.”
Baca Juga: Wisata Sejarah di Malang Jawa Timur, Inilah Pesona Candi Singosari dan Kisah Legendanya yang Memikat
Pepatah tersebut terdiri dari dua kalimat, yakni “rukun agawe santosa” yang artinya “rukun membuat kuat” dan “crah agawe bubrah” yang artinya “konflik membuat rusak.”
Berikut kandungan makna dari pepatah Jawa tersebut.
Kerja Sama dan Persatuan
Dilansir SketsaNusantara.id dari javanologi.uns.ac.id, konsep “rukun” dalam pepatah ini bermakna persatuan dan kesatuan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa.
Baca Juga: Wisata Sejarah di Malang Jawa Timur, Inilah Pesona Candi Singosari dan Kisah Legendanya yang Memikat
Kalimat pertama yang berbunyi “rukun agawe santosa” menekankan pentingnya harmoni dan kerja sama demi tercapainya keadaan damai dan sejahtera.
Dalam kosakata Jawa, kata “santosa” tidak hanya diartikan sebagai kuat secara fisik saja, namun lebih dalam dari itu yakni kesejahteraan atau kebahagiaan bagi semua.
Mengingatkan Akan Bahaya Perpecahan dan Konflik
Kalimat kedua dari pepatah ini yang berbunyi “crah agawe bubrah” jika diartikan setiap kata, crah artinya adalah perpecahan, pertikaian, dan konflik, bubrah artinya bubar, rusak, bercerai-berai.
Artikel Terkait
Khofifah Indar Parawansa Pimpin Sholat Ghaib Bersama Warga Jawa Timur untuk Affan Kurniawan
Tiket Masuk Hanya 10 Ribu Nikmati Pesona Menawan Kebun Teh Gunung Gambir di Jember Jawa Timur
3 Top Wisata Terpopuler di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur 2025, Masih Eksis Sampai Sekarang!
Jawa Timur Surganya Cagar Alam dan Suaka Margasatwa, Apa Sih Bedanya?
Sejuk Bukan Main! Intip 2 Wisata Alam di Banyuwangi Jawa Timur, Cocok Dikunjungi Pas Weekend dan Liburan