SeksaNusantara.id – Di antara gemuruh pembangunan dan modernisasi, Jawa Timur menyimpan kekayaan alam yang diwariskan untuk dilindungi.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim mengelola dua konservasi utama, yaitu cagar alam dan suaka margasatwa.
Meski keduanya sama-sama bertujuan melindungi alam, keduanya memiliki fokus dan aturan pengelolaan berbeda. Apa Bedanya Cagar Alam dan Suaka Margasatwa?
Cagar Alam merupakan wilayah yang ditetapkan untuk melindungi berbagai keanekaragaman hayati, ekosistem, serta geologi penting.
Fokus utamanya adalah menjaga kelestarian alam secara keseluruhan, baik flora, fauna, maupun bentang alamnya dengan intervensi manusia seminimal mungkin.
Sementara itu, Suaka Margasatwa difokuskan pada perlindungan satwa liar dan habitatnya.
Baca Juga: Rasakan Atmosfer Timur Tengah di Jantung Kota Jember, Ada yang Istimewa di Tempat Ini
Fungsi utamanya adalah menjaga populasi satwa dan kehidupan mereka agar tetap stabil, sekaligus memberi ruang bagi migrasi, pembiakan, dan kelangsungan hidup spesies.
Dari segi regulasi, suaka margasatwa biasanya lebih mengizinkan kegiatan tertentu seperti penelitian dan rehabilitasi satwa, sementara cagar alam cenderung lebih ketat terhadap aktivitas manusia demi menjaga ekosistem murni.
Ragam Cagar Alam di Jawa Timur
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi bbksdajatim.org, BBKSDA Jawa Timur mencantumkan 17 cagar alam di laman resminya.
Baca Juga: Disebut Kota Santri, Ini 5 Rekomendasi Kuliner Khas Jombang yang Wajib Dikunjungi
Beberapa contohnya seperti Cagar Alam Gunung Abang yang terletak di Kabupaten Pasuruan.
Artikel Terkait
3 Top Wisata Terpopuler di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur 2025, Masih Eksis Sampai Sekarang!
Arti Tembang Dolanan Anak Sluku-Sluku Bathok, Warisan Sunan Kalijaga yang Mengajarkan Keseimbangan antara Ibadah dan Mencari Penghidupan
Api Biru Kawah Ijen, Keajaiban Langka yang Hanya Ada 2 di Dunia, Cek Harga Tiket Masuknya!
5 Kesederhanaan Mohammad Hatta, Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama yang Wajib Jadi Panutan, Sepatu Impiannya Saja Tidak Terbeli!
Sudah Ada Sejak Zaman Belanda, Intip Sejarah Siskamling yang Kembali Dijalankan untuk Jaga Keamanan Warga di Tengah Maraknya Aksi Demo di Indonesia