Jembatan Suramadu dipenuhi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat yang mengarah ke Pulau Madura.
Ribuan Warga Madura yang merantau dari berbagai penjuru tanah air rela menempuh perjalanan panjang dan macet demi bisa merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman.
Tak hanya silaturahmi mengunjungi orang tua dan sanak saudara, warga Madura yang menyempatkan pulang kampung juga melakukan nyekar atau ziarah ke makam kerabat atau orang tua yang sudah meninggal dunia.
Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk berbagi rezeki dan memperkuat nilai-nilai gotong royong.
Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana syiar agama Islam yang mengingatkan umat Muslim akan pentingnya berkurban dan berbagi kepada sesama.
Meskipun zaman terus berkembang, masyarakat Madura tetap melestarikan tradisi Toron sebagai penghormatan, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
3 Larangan Bagi Orang yang Berkurban pada Hari Raya Idul Adha, Wajib Tahu Bahwa Potong Kuku dan Rambut Hukumnya...
Padahal Cuma Lihat Sapi Tapi Bisa Sedot Daya Tarik Wisatawan, Ini Keistimewaan Tradisi Unik di Pasuruan Untuk Memperingati Hari Raya Idul Adha
Idul Adha Makan Daging Terus? Jangan Lupa Tetap Konsumsi Makanan dan Minuman Ini Supaya Tubuh Tetap Segar, Sehat, dan Gak Mageran!
Unik Banget, Inilah 8 Tradisi Sambut Idul Adha Ini Cuma Ada di Indonesia, Lho!
Cara Sehat Olah Daging Kambing Saat Idul Adha, Santap Hidangan Tanpa Khawatir Kolesterol hingga Tekanan Darah Naik
7 Fakta Unik Kurban di Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Selesai dalam 3.5 Jam dengan 750 Panitia