Kamis, 4 Juni 2026

Sejarah Tradisi Toron yang Sudah Ada Sebelum Abad ke-19, Ternyata Ini Alasan Warga Madura Mudik Besar-Besaran saat Hari Raya Idul Adha

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 12:30 WIB
Potret warga Madura lakukan tradisi toron, berbondong-bondong mudik ke kampung halaman, memanfaatkan momen Idul Adha untuk pulang ke kampung halaman (indonesia.go.id)
Potret warga Madura lakukan tradisi toron, berbondong-bondong mudik ke kampung halaman, memanfaatkan momen Idul Adha untuk pulang ke kampung halaman (indonesia.go.id)

Baca Juga: Tempat Karantina Sapi di Madura Ini Ternyata Tempat Bersejarah! Dibangun Tahun 1975, Kondisinya Kini...

"Tidak ada catatan khusus tentang asal mulanya tradisi ini. Namun, orang Madura memang sudah sejak lama bermigrasi ke luar daerah yang dilakukan jauh sebelum abad ke-19," tuturnya.

Tradisi toron masih dilestarikan warga Madura sampai sekarang. Momen mudik saat Lebaran Haji ini menjadi pengobat rasa rindu dengan kampung halaman yang lama ditinggalkan.

Meski mudik dapat dilakukan kapan saja, warga Madura memilih momen-momen besar seperti Idul Adha hingga Maulid Nabi untuk pulang ke kampung halaman. Sebagian dari mereka juga ikut mudik saat Lebaran Idul Fitri.

Baca Juga: Apa Hukum Berkurban Idul Adha dengan Kambing Betina? Ini Kata Buya Yahya Soal Hewan Kurban Selain Jantan: Itu Keyakinan Mulai...

Tradisi Toron bukan sekadar pulang, tetapi sebagai momen untuk menjaga tali silaturahmi antar anggota keluarga dan merawat nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Warga Madura memaknai tradisi ini sebagai salah satu cara untuk menyambung ikatan kekeluargaan dengan tidak melupakan kampung halaman setelah lama merantau ke luar daerah.

Perantau asal Madura berbondong-bondong pulang ke tanah kelahiran mereka untuk melepas rindu, berkumpul bersama keluarga.

Baca Juga: Gampang dan Anti Ribet! Tips Bikin Ayam Bumbu Hitam Khas Madura, Cukup 3 Bahan Dapur dan 2 Bungkus...

Hari Raya Idul Adha juga dianggap sebagai momen sakral bagi warga Madura untuk pulang ke kampung halaman.

Mohammad Refi Omar Ar-Razy, Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya, mengungkapkan keunikan dalam penyebutan tradisi mudik yang dikaitkan dengan kata "turun tanah".

Zaman dahulu, Madura adalah vasal atau berada di bawah kekuasaan kerajaan-kerajan Jawa. Oleh karena itu, orang Madura yang pergi merantau dianggap sudah "naik" dan ketika mudik dianggap sedang "turun tanah" pulang ke kampung halaman.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Begini Tradisi Pemakaman Umat Hindu di Jember, Prosesi Sakral yang Sarat Makna Budaya, Mirip Seperti di Bali?

Tradisi Toron kembali menjadi sorotan setelah beredar video warga Madura memadati jembatan Suramadu yang menjadi penghubung Surabaya dengan pulau Madura.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @maduratrending, terlihat kepadatan arus kendaraan terjadi di Jembatan Suramadu dari sisi Surabaya yang terjadi sejak hari Kamis, 5 Juni 2025.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: unair.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X