Kamis, 4 Juni 2026

Mengapa Hari Jadi Kota Surabaya Diperingati 31 Mei? Intip Sejarah Kota Pahlawan, Tempat Bersejarah Kemenangan Raden Wijaya atas Pasukan Mongol

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 20:34 WIB
Potret patung Sura dan Baya yang menjadi simbol pertarungan dan menjadi cikal bakal Kota Surabaya (Instagram/surabaya)
Potret patung Sura dan Baya yang menjadi simbol pertarungan dan menjadi cikal bakal Kota Surabaya (Instagram/surabaya)

Pasukan Mongol, yang datang dari laut, digambarkan sebagai sura (berani), sedangkan pasukan Raden Wijaya dari Majapahit yang berada di daratan digambarkan sebagai baya (bahaya).

Baca Juga: Apa Arti 'Ter-L' yang Diucapkan BigMo? Viral TikToker Muhammad Jannah Hina Surabaya, Kena Semprot Cak Ji hingga Sindiran Pedas Chef Arnold Poernomo

Salah satu versi sejarah lainnya menyebutkan bahwa Surabaya berasal dari cerita adu kesaktian antara Adipati Jayengrono yang menguasai ilmu buaya di darat, dan Sawunggaling yang menguasai ilmu sura di tepi Kali Mas.

Konon, setelah mengalahkan pasukan Mongol, Raden Wijaya mendirikan keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono menjadi pemimpin daerah tersebut.

Jayengrono yang menguasai ilmu buaya dan semakin kuat dan mandiri lama-kelamaan menjadi ancaman bagi kerajaan Majapahit. Untuk itu, diutuslah Sawunggaling yang dikenal menguasai ilmu sura.

Pertarungan selama tujuh hari tujuh malam antara Jayengrono dan Sawunggaling terjadi di pinggir Kali Mas dan berakhir tragis dengan kematian keduanya karena kehabisan tenaga.

Baca Juga: Kampung di Surabaya Ini Punya Sumur Bersejarah! Simpan 'Harta Karun' Peninggalan Zaman Majapahit

Kedua kisah ini menjadi simbol kekuatan dan keberanian yang menjadi dasar penentuan tanggal 31 Mei sebagai Hari Jadi Kota Surabaya. 

Kemenangan Raden Wijaya atas pasukan Mongol menjadi simbol keberanian dalam menghadapi bahaya yang diabadikan dalam patung Sura (hiu) dan Baya (buaya) yang menjadi lambang resmi Kota Surabaya. 

Sebelumnya, Hari Jadi Kota Surabaya dirayakan setiap 1 April merujuk pada berdirinya Gemeente Soerabaia, yakni pemerintahan kota pada masa kolonial Belanda yang dibentuk pada 1 April 1906. 

Baca Juga: Bak Time Travel ke Masa Lalu, Kampung Peneleh Surabaya Tawarkan Wisata Sejarah 3 Zaman, Ada Rumah Bung Karno hingga Sumur Majapahit

Namun, tanggal ini dianggap kurang mencerminkan jati diri lokal dan semangat perjuangan rakyat Surabaya. Banyak warga menolak penetapan tanggal tersebut yang ikut mendorong sejarawan dan budayawan melakukan kajian historis lebih dalam. 

Berdasarkan hasil kajian historis, DPRD Kota Surabaya akhirnya mengesahkan Surat Keputusan No. 02/DPRD/Kep/75 tanggal 6 Maret 1975 yang menetapkan 31 Mei 1293 sebagai Hari Jadi Kota Surabaya.

Keputusan ini diperkuat oleh Surat Keputusan Wali Kota No. 64/WK/75 tanggal 18 Maret 1975, menggantikan peringatan 1 April dengan 31 Mei untuk menghormati peristiwa bersejarah Raden Wijaya yang menjadi cikal bakal lahirnya Kota Surabaya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Surabaya.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X