Minggu, 19 Juli 2026

Mengenal Sunan Bungkul, Wali Besar yang Berpengaruh Menyebarkan Islam di Surabaya, Pernah Jadi Petinggi di Era Majapahit?

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Senin, 29 Juli 2024 | 11:00 WIB
Makam Mbah Bungkul atau Sunan Bungkul. (doc.bappedalitbang.surabaya.go.id.)
Makam Mbah Bungkul atau Sunan Bungkul. (doc.bappedalitbang.surabaya.go.id.)

 

SketsaNusantara.id - Masyarakat Kota Surabaya dan sekitarnya pastinya tidak asing dengan Taman Bungkul.

Taman Bungkul merupakan area terbuka yang berada di Jalan Raya Darmo Surabaya.

Taman satu ini pernah mendapat penghargaan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai taman terbaik se-Asia tahun 2013.

Baca Juga: Bak Serial Avatar, Inilah 4 Elemen Semesta dalam Wayang Kulit Warisan Sunan Kalijaga

Peresmian Taman Bungkul terjadi pada tahun 2007 silam, hingga kini area hijau di tengah Kota Surabaya ini masih dapat dikunjungi.

Di balik indahnya Taman Bungkul, terdapat sebuah makam dari seorang penyiar Islam yang merupakan bangsawan atau petinggi di era Kerajaan Majapahit.

Makam tersebut merupakan tempat peristirahatan Mbah Bungkul atau Sunan Bungkul.

Baca Juga: Asal-usul Nama Bangkalan, Benarkah Berasal dari Cerita Legenda Tewasnya Seorang Pemberontak Sakti? Ternyata...

Lantas, siapakah Sunan Bungkul? Berikut sejarah singkat Sunan Bungkul yang merupakan salah satu penyebar agama Islam di Surabaya.

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman kominfo.jatimprov.go.id, Sunan Bungkul memiliki nama asli Ki Ageng Mahmuddin atau Syaikh Mahmuddin merupakan penguasa muslim pada salah satu daerah di Surabaya di abad ke-14 Masehi.

Ki Ageng Mahmuddin merupakan seorang bangsawan dari Kerajaan Majapahit. Saat masih menjadi bangsawan, Sunan Bungkul memiliki nama asli Ki Ageng Supo atau Mbah Supo.

Baca Juga: Masuk 300 Besar ADWI, Desa Wisata di Gresik Ini Dulunya Punya Julukan 'Mlebu Waras Moleh Loro', Ternyata Gegara...

Namun, ia mendapatkan sebuah hidayah untuk memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Ki Ageng Mahmuddin atau Mbah Bungkul yang terkenal hingga sekarang.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X