Selain berkunjung untuk melihat komodo atau menikmati pemandangan unik di pulau, pengunjung Desa Komodo pun turut terlibat dalam aktivitas dan budaya setempat.
Ada banyak atraksi budaya seperti Tarian Kolo Kamba yang menuturkan kisah perjuangan para leluhur, pencak silat, dan beberapa tarian khas suku setempat lainnya.
Baca Juga: Dihuni Oleh 1080 Jiwa, Desa Wisata di Kota Palopo ini Memiliki Pemandangan Gumpalan Awan yang Cantik
Karena desa wisata tersebut menerapkan konsep community-based, maka semua biaya yang para turis keluarkan akan masuk langsung ke kantong masyarakat setempat pula.
Warga Desa Komodo sendiri yang mengelola kepariwisataan di sini melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa).
Tarif masuk amat terjangkau. Per 16 Mei 2025 ini, kamu bisa berkunjung dengan membayar Rp20.000 saja tanpa membedakan turis asing maupun lokal.
Sementara itu, jika ingin menyewa ranger atau penjaga hutan untuk melihat komodo, cukup kerahkan Rp100.000 per orang. Ranger-nya sendiri merupakan warga asli desa tersebut.
Jika tertarik bertamu ke Desa Komodo, kamu bisa berlabuh dari Labuan Bajo dan minta disinggahkan di desa tersebut atau menginap sekalian.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Keunikan Komodo: Misteri Hewan Raksasa Indonesia yang Tetap Setia pada Tanah Kelahirannya, Indonesia!
Eksotis! Bunker Jepang Desa Kencong Jember Jawa Timur, Peninggalan Bersejarah Masa Perang Dunia II yang Punya Cerita Menarik
Ada Durian Sampai Mengkudu, Intip 8 Buah yang Menjadi Inspirasi Deretan Desa di Jember, Menghasilkan Nama Unik dan Gampang Diingat, Mana Wilayahmu?
Gak Cuma Bentangan Sawah nan Indah, Cobain 5 Pesona Keindahan dan Keunikan Desa Wisata Arjasa Kabupaten Jember, Ada Warisan Budaya Loh!
Desa Paling Tua di Jember? Punya Kisah Masa Lalu yang Berkaitan dengan Asmara, Nasib Kelam Dialami Seorang Putra Kerajaan
Kisah Desa di Atas Awan dan Makam Keramat di Lereng Pegunungan Wilis, Ada Ritual Ziarah Bulan Suro yang Menarik Ribuan Peziarah ke Ngliman
Desa Penglipuran Dinobatkan sebagai Desa Terbersih di Dunia, Alasannya Bukan Cuma Lingkungan yang Asri