Minggu, 19 Juli 2026

Keunikan Komodo: Misteri Hewan Raksasa Indonesia yang Tetap Setia pada Tanah Kelahirannya, Indonesia!

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Minggu, 16 Juni 2024 | 10:30 WIB
Alasan Komodo Cuma ada di Indonesia (Freepik/ vladimircech)
Alasan Komodo Cuma ada di Indonesia (Freepik/ vladimircech)

Sketsanusantara.id- Komodo, yang memiliki nama ilmiah Varanus komodoensis, adalah sebuah keajaiban alam yang hanya dapat ditemui di beberapa tempat di Indonesia.

Seperti Pulau Komodo, Pulau Rinca, Gili Motang, dan Pulau Padar.

Komodo, dengan panjang tubuh mencapai 3 meter dan berat hingga 136 kilogram, menjadi spesies kadal terbesar di dunia. Namun, kehebatannya tidak berhenti di situ.

Baca Juga: Letaknya di Lereng Gunung, Telaga di Magetan ini Tak Pernah Sepi Pengunjung

Mampu mengendus mangsa hingga jarak 9 kilometer, dan memiliki umur panjang hingga 50 tahun, komodo memang patut dikagumi.

seperti dilansir dari kanal YouTube Good News From Indonesia, salah satu ciri khas yang membuat komodo begitu unik adalah kesetiaannya pada tempat kelahirannya.

Meskipun secara fisik mereka mampu berjalan hingga 8 kilometer sehari, penelitian menunjukkan bahwa komodo memiliki sifat alami "homebody" yang membuatnya jarang meninggalkan wilayah asalnya.

Meski memiliki kemampuan untuk menjelajah, mereka lebih memilih untuk tetap berada di sekitar zona yang sudah dikenal dan nyaman baginya.

Baca Juga: Nikmati Gunung Sekitaran Bromo dari Cafe di Probolinggo Ini: Free Biaya Masuk, Cocok untuk Nongkrong Saat Liburan

Kebiasaan ini, meskipun menghadirkan kenyamanan bagi komodo, juga memiliki dampak serius dalam hal perkawinan.

Data genetik menunjukkan adanya kecenderungan perkawinan sedarah di antara populasi komodo.

Hal ini, jika terus dibiarkan, dapat menyebabkan penurunan kualitas genetik dan bahkan punahnya populasi komodo di masa depan.

Sebagai hewan yang sangat terkait dengan lingkungan pulau-pulau kecil di Indonesia bagian timur, komodo juga memiliki preferensi dalam hal habitat.

Mereka cenderung menghuni hutan kering, sabana, dan pantai di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X