Sementara wingko yang merupakan makanan khas Semarang dibuat oleh generasi kedua.
Di pabrik wingko tertua ini, akan ditemui tungku besar untuk memanggang wingko.
Meski masih diproduksi dengan cara yang konvensional, wingko di sini juga mulai berinovasi dari segi rasa.
Tidak hanya menawarkan rasa original, tetapi juga menyediakan beragam varian rasa kekinian seperti coklat, strawberry, hingga keju.
Rasanya tak heran jika pabrik wingko Babat ini masih bisa bertahan hingga saat ini.
Apalagi gempuran makanan kekinian semakin memperkaya khasanah kuliner di Nusantara.
Namun adanya inovasi ini bisa membuat usaha turun temurun yang berusia lebih dari 1 abad ini terus bertahan.
Tak hanya dari segi rasa, Wingko Babat legendaris ini juga menjual wingko dengan ukuran jumbo sekitar sebesar kepala manusia.
Sejarah pabrik Wingko Babat Lamongan ini bermula saat generasi pertama yaitu seorang warga keturunan Tionghoa bernama Loe Soe Siang membuat wingko kemudian dilanjutkan oleh anak lelakinya.
Loe Soe Siang memiliki anak lelaki yaitu Loe Lan Ing yang kemudian mendirikan pabrik untuk memproduksi wingko Babat dengan nama Pabrik Loe Lan Ing.
Untuk dapat mencicipi rasa otentik pelopor Wingko Babat di tanah air, bisa langsung mengunjungi Wingko Babat Loe Lan Ing, yang berlokasi di Jl. Raya Babat, Lamongan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kumpulan Link Twibbon HUT Kabupaten Semarang ke-504 Tahun 2025, Bingkai Logo Resmi Dapat Diundur Secara Gratis
Meski Naik 6.5 Persen, UMK Banjarnegara 2025 Masih Jadi Upah Terendah di Jawa Tengah, Cuma 60 Persen dari UMK Kota Semarang!
Riwayat Pendidikan Buya Yahya Jadi Sorotan Usai Ikut Wisuda S1 di Unissula Semarang Meski Sudah Punya Gelar Profesor, Apa Alasannya Kuliah Lagi?
Berapa UMK Kabupaten Semarang 2025? Cek Jumlah Resminya Setelah Dinaikan 6,5 Persen dari Tahun 2024
Willie Salim Absen Ketemu Bobon Santoso Justru Masak Besar 3 Kuali di Semarang, Nggak Kapok? Deddy Corbuzier: Ada yang Hilang...