Kamis, 4 Juni 2026

Masih Aktif Setelah 100 Tahun! Salah Satu Pabrik Tertua di Jember Ini Jadi Penopang Ekspor Pertanian dan Perikanan di Bumi Pandhalungan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 2 Mei 2025 | 11:30 WIB
Potret Pabrik tertua di Jember yang memproduksi es balok dari zaman kolonial Belanda, masih tetap eksis hingga kini usianya 110 tahun (YouTube Sun Mori)
Potret Pabrik tertua di Jember yang memproduksi es balok dari zaman kolonial Belanda, masih tetap eksis hingga kini usianya 110 tahun (YouTube Sun Mori)

Mitra Tani menggunakan es balok untuk mendinginkan kedelai setelah direbus, agar warnanya tetap segar sebelum diekspor ke negara-negara Asia bahkan Eropa, dan Amerika Serikat.​

Pabrik Es Telengsari mampu memproduksi hingga 6.000 balok es per hari. Namun, saat ini produksi disesuaikan dengan permintaan pasar hanya sekitar 500-600 balok es.

Setiap balok es dijual dengan harga sekitar Rp12.500. Pabrik ini beroperasi selama 24 jam penuh dengan sistem shift yang melibatkan 15 karyawan.​

Dari segi arsitektur, bangunan utama pabrik ini masih mempertahankan gaya kolonial Belanda, menjadikannya salah satu aset bersejarah di Jember.

 

Baca Juga: Masih Eksis hingga Kini, Inilah Salah Satu Perkebunan Kopi Tertua di Indonesia, Jadi Wisata Edukasi Bernuansa Kolonial yang Unik di Blitar

Menariknya, mesin dalam pabrik ini masih menggunakan buku manual berbahasa Jerman dan Belanda yang sudah ada sejak awal perusahaan ini diresmikan.

Tempat pendingin es balok pun berada dalam air yang sangat dalam seperti diletakkan dalam bunker berisi air. Di bunker ini, air yang berada dalam wadah ice can dibekukan selama 24 jam.

Dulu, Pabrik Es Telengsari sempat ramai jadi sorotan karena kabarnya akan dibongkar dan lahannya akan dibangun supermarket. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari warga Jember.

Baca Juga: Berdiri Sejak Zaman Belanda, Masjid Baitul Amien Jember Punya Arsitektur Unik dan Sarat Makna, Dulu Dibangun dari Botol dan Gabah Sumbangan Warga

Pabrik Es Telengsari tidak hanya berperan dalam industri, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah dan budaya lokal.

Keberadaannya yang telah melewati lebih dari satu abad menunjukkan ketahanan industri terhadap perubahan zaman.

Bagi masyarakat Jember dan sekitarnya, Pabrik Es Telengsari bukan sekadar tempat produksi es, tetapi juga representasi dari sejarah panjang dan kontribusi terhadap perekonomian lokal.

Keberadaan pabrik ini dari tahun 1915 yang terus eksis hingga kini menjadi simbol keberlanjutan dan warisan industri zaman kolonial yang tetap melayani kebutuhan masyarakat Jember.​***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: YouTube Sun Mori

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X