Tetapi seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman, sosok Ta Butaan menjadi bagian dari seni pertunjukan.
Doa dan mantra yang dirapalkan dalam upacara itu diiringi oleh alat musik dari lesung atau ronjengan yang dipukul.
Ada juga penampilan wayang kulit atau seni ludruk yang ditampilkan sebagai penutup acara saat malam harinya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Apa Itu Pegon? 5 Fakta Menarik Kendaraan Tradisional Berhubungan Erat dengan Masyarakat Jember hingga Jadi Festival Tahunan
Eksotis! Bunker Jepang Desa Kencong Jember Jawa Timur, Peninggalan Bersejarah Masa Perang Dunia II yang Punya Cerita Menarik
Mengenal Puger, Peradaban Osing yang Hilang, Telah Ada Jauh Sebelum Kabupaten Jember Jawa Timur Berdiri?
Sosok di Balik Monumen Bura, Terungkap Seseorang Ahli Ilmu Kanuragan yang Juga Menjadi Pahlawan Asal Tanah Jember, Rebut Kemerdekaan Dengan 1 Modal
Ditemukan di Tengah Hutan Jember, Makam Tokoh Perempuan Ini Konon Cikal Bakal Para Kyai dan Pesantren Besar di Jawa Timur
Pantai Cemara Jadi Potensi Besar Wisata di Jember, Wabup Djoko Susanto: Pemerintah Daerah Harus Hadir