Kamis, 4 Juni 2026

Unik dan Menyeramkan, Inilah Kesenian Can Macanan Kadduk dan Ta Butaan yang Tertua di Jember

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Kamis, 10 April 2025 | 21:35 WIB
Kesenian di Kabupaten Jember yang identik dengan gambar menyeramkan.  (Youtube.com/@CineART Channel.)
Kesenian di Kabupaten Jember yang identik dengan gambar menyeramkan. (Youtube.com/@CineART Channel.)

SketsaNusantara.id- Can Macanan Kadduk dikenal sebagai seni khas Kabupaten Jember yang berupa macan-macanan dari karung goni saat malam hari.

Can Macanan sendiri mempunyai arti harimau gadungan, sedangkan Kadduk adalah karung.

Karung yang dipakai biasanya disulam dengan tali rafia dan nantinya akan membentuk macan besar mengerikan.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Noto Hadinegoro, Sosok Bupati Pertama Jember yang Namanya Hidup di Stadion, Bandara, dan Hati Warganya

Tingginya bisa mencapai hampir satu setengah meter dengan lebar mulut macan sekitar 40 cm, yang dikutip SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.

Sedangkan kepala macan dibuat dari kayu yang dilapisi kulit atau digambar dengan memakai cat minyak, dimana satu ekor macan beratnya setengah kwintal.

Kesenian Can Macanan Kadduk tertua yang masih berkembang hingga saat ini berada di Jalan Kalimantan No. 37, Tegal Boto Sumbersari Jember atau di sebelah barat gedung Unej Medical Center (UMC).

Baca Juga: Mengenal Asal Usul Desa Kalisat di Kabupaten Jember, Konon Katanya Berhubungan Erat dengan Penyebaran Agama

Selain Can Macanan Kadduk, ada juga kesenian tua khas Jember lainnya yang bernama Ta Butaan.

Kesenian tersebut berasal dari Desa Kamal, Kecamatan Arjasa dan menyebar ke sekitar Jember bagian utara.

Kesenian Ta Butaan sudah mengalami akulturasi budaya yaitu antara budaya Jawa dan Madura.

Baca Juga: Gak Cuma Bentangan Sawah nan Indah, Cobain 5 Pesona Keindahan dan Keunikan Desa Wisata Arjasa Kabupaten Jember, Ada Warisan Budaya Loh!

Prosesi Ta Butaan pada upacara Kadisah akan menampilkan penari yang ada di dalam boneka raksasa, lalu diarak mengelilingi desa setiap setahun sekali.

Boneka ini adalah wujud sosok Ta Butaan yang sakral dan hanya boleh muncul di hadapan orang pada saat ritual adat saja.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X