Terlebih Prabowo- Gibran, Khofifah-Emil, mendapat nomer 2 juga, seakan menjadi penanda bahwa akan ada sinergi pembangunan dari pusat hingga daerah. Apalagi dalam sejarahnya nomer 1 selalu kalah dalam Pilkada Jember. Entah ini fakta atau mitos?
Selain bab nomer urut, dalam acara tersebut saya mengamati gestur Hendy Siswanto sangat tidak nyaman, seperti gelisah ketika Fawait berbicara. Apalagi ketika Fawait berpidato berapi-api dengan mengutip pidato Soekarno.
"Berikan saya 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia, maka untuk Jember cukup satu anak muda yang akan merubah Jember lebih baik lagi".
Orasi ini seakan memberi pesan bahwa Fawait lebih tuntas dan paham berbicara tentang Soekarno (ideolog) daripada Hendy Siswanto. Apalagi orasi tersebut juga disampaikan dihadapan kader-kader PDIP sebagai partai pengusungnya.
Soekarno adalah tokoh yang selalu diasosiakan dengan PDIP yang diketuai oleh Ibu Megawati Soekarno Putri. Bahkan nama Soekarno sakral bagi PDIP. Sungguh orasi Fawait, dengan mengutip dawuh Soekarno seakan menelanjangi Hendy Siswanto yang masih hitungan hari resmi menjadi anggota PDIP. Sekaligus orasi tersebut menegaskan bahwa Fawait jauh lebih paham betul tentang nilai-nilai ajaran Soekarno.
Orasi Gus Fawait tentang kondisi Jember, yang disambut teriakan kurang etis oleh pendukung lawannya. Apalagi saya mengamati Hendy Siswanto sering menundukkan kepala ketika Fawait berorasi. Seakan mengirim pesan "apa yang disampaikan Fawait tentang kondisi Jember semuanya benar dan faktual". Semua memahami, bahwa Fawait dulunya adalah pendukung utama Hendy di Pilkada 2020.
Baca Juga: 9 vs 7! Adu Visi Misi Gus Fawait-Djoko Susanto dan Hendy Siswanto-Gus Firjaun di Pilbup Jember 2024
Namun ketika dianggap sudah keluar dari jalur, Fawait mengambil sikap maju. Rela meninggalkan karir politiknya sebagai anggota legislatif terpilih, demi masuk gelanggang Pilkada Jember. Dengan harapan Jember bisa lebih baik lagi.
Saya berpendapat bahwa pemimpin muda seperti Fawait harus didorong sekaligus dikawal. Terlebih di Jember kita sedang mengalami krisis kepemimpinam dari partai politik. Dalam momentum ini kitalah (rakyat) yang harus mengkader pemimpin muda seperti Fawait.
Tumbuh dan sukses seorang Fawait, tumbuh juga lainnya. Rakyat harus bergerak untuk membuahi yang kemudian melahirkan pemimpinnya sendiri. Rakyat harus mengawal bibit-bibit kepemimpinan yang mulai tumbuh dari anak muda. Kita mulai dari seorang anak muda bernama Fawait atau lebih dikenal dengan nama Gus Fawait.
Orasi penutup dari Pak Joko yang singkat namun sarat makna yang sangat mendalam. "Indonesia dimerdekakan oleh anak muda, disini saya berdiri mengantarkan anak muda untuk menjadi pemimpin di daerah ini (Jember)". Orasi ini menjadi sajian penutup yang benar-benar keren, ia rela menjadi jembatan bagi Jember untuk bergerak menuju Jember yang benar-benar baik.***
*Plt Ketua DPC Demokrat Jember
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!