sketsa

Membaca Fawait-Djos dalam Momen Penetapan Nomor Urut di KPU

Selasa, 24 September 2024 | 07:10 WIB
Mahathir Muhammad, Plt Ketua DPC Demokrat Jember. (Dok. SketsaNusantara.id)

Terlebih Prabowo- Gibran, Khofifah-Emil, mendapat nomer 2 juga, seakan menjadi penanda bahwa akan ada sinergi pembangunan dari pusat hingga daerah. Apalagi dalam sejarahnya nomer 1 selalu kalah dalam Pilkada Jember. Entah ini fakta atau mitos?

Selain bab nomer urut, dalam acara tersebut saya mengamati gestur Hendy Siswanto sangat tidak nyaman, seperti gelisah ketika Fawait berbicara. Apalagi ketika Fawait berpidato berapi-api dengan mengutip pidato Soekarno.

"Berikan saya 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia, maka untuk Jember cukup satu anak muda yang akan merubah Jember lebih baik lagi".

Baca Juga: Demi Jember Lebih Baik, Inilah Perbandingan Program Gus Fawait-Djoko Susanto dan Hendy Siswanto-Gus Firjaun

Orasi ini seakan memberi pesan bahwa Fawait lebih tuntas dan paham berbicara tentang Soekarno (ideolog) daripada Hendy Siswanto. Apalagi orasi tersebut juga disampaikan dihadapan kader-kader PDIP sebagai partai pengusungnya.

Soekarno adalah tokoh yang selalu diasosiakan dengan PDIP yang diketuai oleh Ibu Megawati Soekarno Putri. Bahkan nama Soekarno sakral bagi PDIP. Sungguh orasi Fawait, dengan mengutip dawuh Soekarno seakan menelanjangi Hendy Siswanto yang masih hitungan hari resmi menjadi anggota PDIP. Sekaligus orasi tersebut menegaskan bahwa Fawait jauh lebih paham betul tentang nilai-nilai ajaran Soekarno.

Orasi Gus Fawait tentang kondisi Jember, yang disambut teriakan kurang etis oleh pendukung lawannya. Apalagi saya mengamati Hendy Siswanto sering menundukkan kepala ketika Fawait berorasi. Seakan mengirim pesan "apa yang disampaikan Fawait tentang kondisi Jember semuanya benar dan faktual". Semua memahami, bahwa Fawait dulunya adalah pendukung utama Hendy di Pilkada 2020.

Baca Juga: 9 vs 7! Adu Visi Misi Gus Fawait-Djoko Susanto dan Hendy Siswanto-Gus Firjaun di Pilbup Jember 2024

Namun ketika dianggap sudah keluar dari jalur, Fawait mengambil sikap maju. Rela meninggalkan karir politiknya sebagai anggota legislatif terpilih, demi masuk gelanggang Pilkada Jember. Dengan harapan Jember bisa lebih baik lagi.

Saya berpendapat bahwa pemimpin muda seperti Fawait harus didorong sekaligus dikawal. Terlebih di Jember kita sedang mengalami krisis kepemimpinam dari partai politik. Dalam momentum ini kitalah (rakyat) yang harus mengkader pemimpin muda seperti Fawait.

Tumbuh dan sukses seorang Fawait, tumbuh juga lainnya. Rakyat harus bergerak untuk membuahi yang kemudian melahirkan pemimpinnya sendiri. Rakyat harus mengawal bibit-bibit kepemimpinan yang mulai tumbuh dari anak muda. Kita mulai dari seorang anak muda bernama Fawait atau lebih dikenal dengan nama Gus Fawait.

Orasi penutup dari Pak Joko yang singkat namun sarat makna yang sangat mendalam. "Indonesia dimerdekakan oleh anak muda, disini saya berdiri mengantarkan anak muda untuk menjadi pemimpin di daerah ini (Jember)". Orasi ini menjadi sajian penutup yang benar-benar keren, ia rela menjadi jembatan bagi Jember untuk bergerak menuju Jember yang benar-benar baik.***

*Plt Ketua DPC Demokrat Jember

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB

Kebijakan Kuota Haji: Adakah Pelanggarannya?

Senin, 26 Januari 2026 | 09:14 WIB