sketsa

Sketsa Nusantara: Melestarikan Pluralisme dan Keragaman dalam Bingkai Kebangsaan

Rabu, 5 Juni 2024 | 10:38 WIB

Wikipedia mencatat, Indonesia merupakan negara kepulauan terbanyak di dunia. Terdapat sedikitnya 17.508 (Tujuh belas ribu lima ratus delapan) pulau yang termasuk dalam wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengungkapkan bahwa 16.056 pulau tersebut telah dibakukan namanya di Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) hingga Juli 2017.

Baca Juga: Fakta di Balik Kehadiran Tukul Arwana di Acara Raffi Ahmad, Bakal Kembali ke Laptop?

Karenanya, nusantara dikenal memiliki kekayaan sosial budaya penduduk beranekaragam yang sulit dicari tandingannya di dunia.

Tak hanya terdiri dari beranekaragam suku, nusantara juga memiliki keragaman budaya, bahasa, tradisi, adat istiadat dan bahkan agama.

Pluralisme dan keanekaragaman nusantara ini, idealnya menjadi aset dan sekaligus penopang utama dalam mendorong kemajuan masyarakat Indonesia. 

Baca Juga: Sering Tidak Punya Uang, Presiden Soekarno Lelang Peci Hitamnya untuk Zakat dan Orang Miskin di Makam Sunan Giri

Anton M. Moeliono, pakar Bahasa Indonesia menjelaskan, pluralisme merupakan sesuatu yang bisa memberikan makna jamak atau ganda dari segi kebudayaan yang berbeda di dalam masyarakat.

Dasar bisa terciptanya pluralisme adalah rasa hormat terhadap nilai kebudayaan lain dan sikap untuk saling menghargai.

Sedangkan Syamsul Maa’arif menjelaskan bahwa pluralisme merupakan suatu sikap untuk saling memahami dan menghormati dari adanya perbedaan untuk bisa mencapai kerukunan antar umat beragama.

Baca Juga: Hanya Menerima 10 Pembeli Saja, Restoran Unik di Yogyakarta Ini Sajikan Menu Khas Dari Resep Warisan Bung Karno

Merujuk pada pengertian di atas, idealnya pluralisme memiliki banyak sisi positif yang perlu terus dijaga, yakni. 

1. Memahami Perbedaan

Karena terdiri dari masyarakat yang plural, perbedaan menjadi sebuah keniscayaan. Perbedaan merupakan sebuah hal yang biasa yang menjadi sunatullah dari Tuhan.

Sebagai suatu keadaan, sifat dan juga karakter yang diciptakan Tuhan agar manusia bisa saling mengenal, berinteraksi, memahami dan memberikan manfaat satu dengan yang lain.

Halaman:

Tags

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB