Wikipedia mencatat, Indonesia merupakan negara kepulauan terbanyak di dunia. Terdapat sedikitnya 17.508 (Tujuh belas ribu lima ratus delapan) pulau yang termasuk dalam wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengungkapkan bahwa 16.056 pulau tersebut telah dibakukan namanya di Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) hingga Juli 2017.
Baca Juga: Fakta di Balik Kehadiran Tukul Arwana di Acara Raffi Ahmad, Bakal Kembali ke Laptop?
Karenanya, nusantara dikenal memiliki kekayaan sosial budaya penduduk beranekaragam yang sulit dicari tandingannya di dunia.
Tak hanya terdiri dari beranekaragam suku, nusantara juga memiliki keragaman budaya, bahasa, tradisi, adat istiadat dan bahkan agama.
Pluralisme dan keanekaragaman nusantara ini, idealnya menjadi aset dan sekaligus penopang utama dalam mendorong kemajuan masyarakat Indonesia.
Anton M. Moeliono, pakar Bahasa Indonesia menjelaskan, pluralisme merupakan sesuatu yang bisa memberikan makna jamak atau ganda dari segi kebudayaan yang berbeda di dalam masyarakat.
Dasar bisa terciptanya pluralisme adalah rasa hormat terhadap nilai kebudayaan lain dan sikap untuk saling menghargai.
Sedangkan Syamsul Maa’arif menjelaskan bahwa pluralisme merupakan suatu sikap untuk saling memahami dan menghormati dari adanya perbedaan untuk bisa mencapai kerukunan antar umat beragama.
Merujuk pada pengertian di atas, idealnya pluralisme memiliki banyak sisi positif yang perlu terus dijaga, yakni.
1. Memahami Perbedaan
Karena terdiri dari masyarakat yang plural, perbedaan menjadi sebuah keniscayaan. Perbedaan merupakan sebuah hal yang biasa yang menjadi sunatullah dari Tuhan.
Sebagai suatu keadaan, sifat dan juga karakter yang diciptakan Tuhan agar manusia bisa saling mengenal, berinteraksi, memahami dan memberikan manfaat satu dengan yang lain.