Ayah: Jens Theilvig (pengusaha).
Ibu: Maria Kjær (mendukung karier seni tari).
Victoria tumbuh dengan latar belakang keluarga yang tidak utuh (orang tua bercerai saat ia berusia 6 tahun), namun hal ini membentuk advokasinya di bidang anti-kekerasan. Ia lulus Sarjana Bisnis dan Pemasaran dari Lyngby Handelsgymnasium dan berencana melanjutkan studi hukum di Harvard.
Dampak Latar Belakang Keluarga
Sekitar 60–70% pemenang Miss Universe dalam 10 tahun terakhir berasal dari keluarga dengan orang tua di bidang pendidikan, medis, atau eksekutif profesional. Hal ini menunjukkan bahwa tumbuh kembang dalam lingkungan terdidik mendukung pembentukan figur yang empati, percaya diri, dan kuat.
Pemenang Miss Universe juga konsisten menjaga rekam jejak positif di media sosial, menampilkan advokasi yang relevan seperti hak perempuan (Andrea Meza), anti-rasisme (Zozibini Tunzi), hingga pendidikan anak (Catriona Gray).
Miss Universe bukan panggung drama atau sekadar pencitraan, melainkan ajang representasi kredibel yang mempertaruhkan nama negara, sponsor global, serta citra publik internasional. Oleh karena itu, organisasi nasional perlu selektif memilih kandidat dengan latar belakang jelas, rekam jejak baik, dan kepribadian autentik.***
*Penulis dan peneliti lepas yang pernah terlibat dalam kajian filantropi kesehatan bersama PKMK FKKMK UGM serta bergabung di Filantropi Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!