sketsa

Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2025, Pemuda dan Ancaman Disintegrasi Bangsa

Selasa, 20 Mei 2025 | 18:55 WIB
Mukani. (Dok. SketsaNusantara.id )

 

 

Mukani*

SketsaNusantara.id - Pendirian organisasi Boedi Oetomo tanggal 20 Mei 1908 merupakan tonggak sejarah. Perjuangan melawan bangsa kolonial sebelumnya masih bersifat kedaerahan. Isu-isu yang didengungkan juga terhimpit lokalitas. Sehingga perlawanan yang dilakukan juga belum memberikan pola terstruktur. Tidak heran jika Belanda masih bisa mematahkan perlawanan-perlawanan yang diberikan.

Boedi Oetomo berdiri atas kesadaran para pelajar STOVIA Jakarta. Mereka sebenarnya adalah anak-anak pribumi yang bersekolah dan dibiayai Belanda karena diharapkan setelah lulus menjadi pegawai pemerintah Belanda. Tujuan akhirnya adalah memperkuat kedudukan Belanda di bumi Nusantara.

Baca Juga: Selain Harkitnas, Ternyata Ada Momen Penting Lain di 20 Mei yang Wajib Diikuti oleh Semua Dokter

Namun fakta sejarah berkata lain. Mereka akhirnya tersadarkan sisi lain kolonialisme Belanda. Kekejaman, kemunduran, kebodohan dan kemiskinan, selalu menimpa bangsa Indonesia saat masih dijajah Belanda. Kemerdekaan harus diraih Indonesia agar kondisi buruk itu berakhir. Boedi Oetomo adalah alat untuk mewujudkan gagasan kemerdekaan bagi Indonesia.

Pelopor utamanya adalah Soetomo. Pria asli Ngepeh, sebuah desa di lereng gunung Wilis selatan Kota Nganjuk. Bahkan rumah tempat kelahirannya sekarang dihibahkan menjadi museum yang merekam perjuangan Soetomo. Tidak heran jika rumah sakit terbesar di kawasan Indonesia timur berlokasi di Surabaya bernama RSUD dr Soetomo.

Baca Juga: Nama Asli Dokter Soetomo Siapa? Penggagas Organisasi Pergerakan Nasional Budi Utomo Asal Nganjuk Ganti Nama Sejak... 

Nama yang juga populer adalah Wahidin Sudirohusodo. Dokter kelahiran Mlati Sleman ini menggagas adanya dana pendidikan yang khusus bagi pribumi dengan kelebihan di bidang akademik. Tujuannya adalah agar mereka memiliki akses meraih pendidikan bermutu meski masih di bawah cengkeraman penjajah Belanda.

Persatuan

Boedi Oetomo didirikan seolah menyadarkan rakyat Indonesia tentang gagasan persatuan. Kesamaan nasib sebagai bangsa terjajah dan beberapa kali perlawanan yang dikalahkan Belanda, menjadikan para pendiri Boedi Oetomo mencari terobosan agar perjuangan tidak gagal (lagi). Tercetuslah kemudian organisasi modern yang menghapus sekat-sekat kedaerahan. Terutama yang berbasis kesukuan dan perbedaan bahasa.

Para pelajar pendiri Boedi Oetomo meyakini organisasi baru ini akan lebih efektif dan bisa diandalkan dalam menyalurkan aspirasi para bumi putera. Mereka lantas getol ke berbagai pelosok untuk mengkampanyekan gagasan nasionalisme. Sebuah “paham baru” yang bisa digunakan sebagai instrumen untuk mewujudkan Indonesia merdeka.

Baca Juga: 5 Fakta Dokter Soetomo, Pahlawan Nasional Asal Nganjuk Penggagas Berdirinya Budi Utomo yang Ultah 30 Juli

Boedi Oetomo menjadi contoh konkrit peran pemuda dalam memperjuangkan nasib bangsanya. Peristiwa ini sudah sepatutnya diapresiasi. Ini karena pemuda memiliki peran dan tanggung jawab sebagai agen perubahan dan pembangunan. Baik di tingkat nasional maupun daerah. 

Halaman:

Tags

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB