"Kalau tuduhan dalam kasus ini terbukti benar, maka mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban. Apa pun hasil akhirnya, publik tetap berhak mendapatkan transparansi," katanya.
Lebih lanjut, Cinta Laura juga mengajak masyarakat merenungkan persoalan yang dinilainya lebih mendasar.
Ia mempertanyakan sistem pelayanan kesehatan saat ini yang tanpa disadari telah menciptakan rasa tidak aman bagi sebagian pasien hanya karena jenis asuransi yang mereka gunakan.
Karena menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan hak setiap warga negara. Ia juga menekankan pelayanan kesehatan yang bermartabat bagi sluruh pasien dan tidak boleh dibedakan berdasarkan kemampuan ekonomi maupun jenis pembiayaan.
"Apakah tanpa kita sadari, kita sudah menciptakan sistem kesehatan di mana status asuransi seseorang memengaruhi rasa aman mereka saat melangkah masuk ke rumah sakit?" ujarnya
"Layanan kesehatan bukanlah hak istimewa bagi mereka yang mampu membayar lebih. Martabat, empati, dan pelayanan medis yang tepat waktu seharusnya tidak pernah bergantung pada apakah seseorang membawa kartu BPJS atau asuransi swasta," tandasnya.
Di akhir unggahannya, Cinta juga menegaskan bahwa setiap pasien dan keluarganya berhak memperoleh jawaban, akuntabilitas, serta sistem kesehatan yang benar-benar dapat dipercaya.
Unggahan Cinta Laura seketika dibanjiri beragam respons positif dan apresiasi dari warganet.
Tak sedikit yang sepakat bahwa kasus Yurizal seharusnya menjadi momentum evaluasi, tidak hanya terkait etika dalam berkomunikasi dengan pasien, tetapi juga mengenai kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Publik juga berharap pemerintah dapat terus berbenah terhadap sistem pelayanan kesehatan agar seluruh masyarakat memperoleh perlakuan yang setara, tanpa memandang apakah mereka menggunakan BPJS maupun asuransi swasta.
"Terimakasih Cinta, sudah ikut menyuarakan keresahan kami. Selama ini kami bayar BPJS meski jarang dipakai pun kami nggak masalah karena dananya bisa dipakai pasien lain berobat. Tapi, tolong juga perhatian kami kalo butuh saat berobat, jangan mentang-mentang pasien BPJS jadi diperlakukan tidak adil," komentar salah satu warganet.
"Plis nakes jangan jahat-jahat sama pasien BPJS. Mereka juga bayar bertahun-tahun lho, meskipun biayanya nggak sebesar asuransi swasta. Lebih berempati lah gimana kalo posisinya yang sakit itu keluarga kalian sendiri?" imbuh warganet lainnya.
Artikel Terkait
Terima Bukti Kepesertaan BPJS Kesehatan, Warga Kecamatan Silo Ungkap Manfaat Pelayanan UHC Prioritas
Dikira Tak Bisa Cover, Luna Maya Kaget BPJS Tanggung Biaya Ganti Pen Sang Ibunda hingga Rp120 Juta Lebih: Bangga Gue
BPJS Kesehatan Akui Tunggakan Peserta Melebihi Rp10 Triliun, Pemerintah Bahas Opsi Pemutihan Total
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap Realita Biaya Kesehatan, Aliran Iuran, dan Perbandingan Indonesia dengan Jerman
Diangkat Jadi Duta BPJS, Raffi Ahmad Klarifikasi Usai Dicibir soal Penggunaan Asuransi Kesehatan: Pengguna Aktif BPJS 2022, tapi...