SketsaNusantara.id - Kepergian aktor sekaligus komedian senior Diding Boneng pada hari Senin, 3 Agustus 2026 meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan Tanah Air.
Pria bernama asli Zainal Abidin itu berpulang di usia 76 tahun setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat stroke dan riwayat penyakit asma yang membuat kondisi kesehatannya kian menurun.
Bagi pencinta film Indonesia, nama Diding Boneng bukanlah sosok asing. Selama puluhan tahun, wajahnya menghiasi layar lebar melalui peran ikonik di berbagai judul film komedi bersama grup lawak legendaris Warkop DKI (Doni, Kasino, Indro).
Dengan gaya bicara khas dan kemampuan akting yang natural, Diding kerap dipercaya memerankan karakter pendukung yang justru meninggalkan kesan kuat di benak penonton.
Karakter hansip, satpam laker, hingga tokoh-tokoh sederhana yang diperankannya menjadi bagian dari warna komedi film-film Warkop pada era 1980-an hingga 1990-an yang sukses menghibur penonton sampai sekarang.
Karier Diding Boneng sendiri telah dimulai sejak dekade 1970-an. Berawal dari dunia teater, ia kemudian aktif membintangi puluhan film, hingga berbagai judul sinetron di televisi.
Dedikasinya yang panjang membuat namanya dikenal sebagai salah satu aktor karakter yang mampu beradaptasi dengan berbagai genre, mulai dari komedi, drama, hingga horor.
Karya Terakhir Diding Boneng: Film KKN di Desa Penari dan Badarawuhi
Diding Boneng pertama kali mengawali karir di dunia seni peran melalui perannya dalam serial legendaris "Rumah Masa Depan" pada tahun 1984.
Sosoknya makin dikenal setelah berperan dalam film komedi "Warkop DKI: Naik Bisa Turun Bisa" sebagai satpam laker (langsung kerja).
Tingkahnya yang absurd sebagai pelatih hansip gadungan membawa warna humor tersendiri dan melekat di ingatan penonton.
Tak hanya itu, perannya sebagai maling dalam film komedi "Warkop DKI: Lupa Aturan Main" juga mendapat tempat di hati para pentonton, terutama dalam adegan menghabiskan onde-onde yang ternyata adalah klepon.