3. Waktu terus berjalan, usia bertambah, namun jatah hidup semakin berkurang.
Seringkali amal baik manusia stagnan atau bahkan menurun seiring bertambahnya usia.
4. Umat Islam dianjurkan untuk memperbaiki amal baik setiap hari agar tidak menjadi orang yang merugi.
5. Orang yang merugi adalah mereka yang tidak ada peningkatan dalam amal kebaikannya.
6. Orang yang beruntung adalah yang terus meningkatkan amal baiknya dari waktu ke waktu.
7. Al-Quran, khususnya Surat Al-Ashr, memberikan pedoman agar manusia tidak menjadi orang yang merugi.
8. Manusia yang tidak merugi adalah mereka yang melakukan amal saleh, mengingatkan kebenaran, dan bersabar.
9. Godaan dan kelalaian dapat menjadi faktor yang membuat manusia mudah merugi.
Spirit untuk menjadi orang beruntung di tahun 2025 harus terus dikobarkan.
10. Hadis Rasulullah SAW mengajarkan untuk memanfaatkan lima hal sebelum lima hal lainnya:
a. Masa muda harus digunakan sebaik-baiknya sebelum datang masa tua.
b. Kesehatan adalah peluang yang harus dimanfaatkan sebelum sakit datang.
c. Kekayaan perlu dioptimalkan untuk kebaikan sebelum berubah menjadi kemiskinan.
d. Waktu luang harus digunakan secara produktif sebelum kesibukan menghampiri.
e. Hidup adalah kesempatan untuk berbuat baik sebelum ajal menjemput.
11. Waktu adalah aset berharga yang harus dimanfaatkan agar tidak menjadi penyebab kerugian.
12. Dunia hanyalah perantara untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat, sehingga amal saleh dan kesabaran menjadi kunci keberuntungan.
Demikianlah poin-poin ringkasan teks Khutbah Jumat NU dengan tema pergantian tahun. Semoga bermanfaat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!