"Allah itu tidak makan, bagaimana cara kita niru Allah makan, Allah ndak makan, Allah ndak tidur, bagaimana kita niru Allah tidur," kata Gus Baha.
Jadi, sudah sangat jelas bahwa untuk mencapai jalan yang lurus itu, manusia harus meniru mereka yang telah diberikan nikmat.
"Niru itu ya orang, karena manusia itu hadis, Allah itu Qodim. Jadi, nggak ada hubungannya barang hadis dan barang qodim. Jika kalau ingin niru ya niru manusia. Manusia itu siapa ya tentu masternya Rasulullah," kata Gus Baha.
Dengan demikian, sangat penting bagi umat Islam untuk mengikuti wasilah dari para ulama melalui sanad yang jelas.
"Tanpa ulama kita nggak tahu Nabi melakukan apa, karena ini butuh sanad," pungkas Gus Baha.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!