SketsaNusantara.id - Fenomena yang kerap dijumpai dalam umat Islam di Indonesia adalah mereka yang sedikit-sedikit bilang ingin langsung meniru Nabi Muhammad SAW.
Tentunya sebagai seorang muslim, sepatutnya untuk mengikuti apa saja yang telah diperintahkan dalam syariat dan meninggalkan semua yang dilarang.
Namun, Gus Baha mengingatkan bahwa praktik beragama bukan lantas memaksakan meniru semua yang telah dilakukan Rasulullah SAW apalagi meniru Allah SWT.
Baca Juga: Nasihat Gus Baha: Inilah Penyebab Kesengsaraan Hidup, Maka Kenalilah Musuhmu
Gus Baha menyampaikan pesan dari Kyai Maimoen Zubair alias Mbah Moen tentang orang-orang semacam itu.
Mereka itulah yang disebut sebagai orang yang anti wasilah. Mereka berpendapat bahwa yang utama adalah langsung meniru Nabi Muhammad SAW bahkan Allah SWT.
"Mbah Moen pernah cerita gini, orang itu banyak yang anti wasilah. Wasilah itu yang niru guru-gurunya. Terus langsung niru Kanjeng Nabi atau langsung niru Pangeran," kata Gus Baha, dikutip SketsaNusantara.id dari video TikTok @gusbaha.
Baca Juga: Didoakan Malaikat, Amalan Gus Baha Agar Rezeki Melimpah, Lakukan Hal Ini Saat Subuh
Padahal, sudah jelas-jelas Allah menfirmankan dalam salah satu ayat yang suratnya dibaca setiap hari oleh umat Islam, yakni ayat ke-7 Surat Al Fatihah.
هْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Artinya: “Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka (yang) dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang tersesat”.
"Jalan yang lurus adalah ngikuti orang-orang yang telah Engkau beri nikmat," lanjut Gus Baha menjelaskan makna ayat tersebut.
Gus Baha juga menjelaskan bahwa mustahil bagi manusia untuk meniru Allah SWT.