Sedangkan dari garis keturunan ibunya, Mbah Mangli adalah keturunan dari KH. Ageng Hasan Besari yang masih sejalur silsilahnya dengan Sunan Kalijaga.
Mbah Mangli wafat pada pada tahun 2007 dan dimakamkan di Dusun Mangli, Ngablak, Kabupaten Magelang.
Baca Juga: Mengenal Tari Srimpi Pramugari, Tarian Simbol Perlawanan Sultan Hamengkubuwono I Melawan Penjajah
Semasa hidupnya, Mbah Mangli telah menjadi sosok waliyullah yang sangat rajin menyiarkan Islam di berbagai wilayah.
Hal tersebut lantaran sejak usia dini, ia mendapat pendidikan yang ketat dari ayahnya, yakni menghafal kitab Taqrib lengkap dengan maknanya, serta mempelajari tafsir Al-Qur'an baik makna maupun nasakh mansukhnya.
Bukan hanya dari sang ayah, ia juga belajar di sebuah Pondok Pesantren TBS Kudus yakni pada guru KH. Ma’mun Ahmad.
Mbah Mangli diketahui telah mendirikan pondok pesantren dengan nama Salafiyah pada 1959, lambat laun nama Ponpes Salafiyah berubah menjadi Mangli sehingga KH Hasan Asy'ari mendapatkan julukan sebagai Mbah Mangli.
Sebelum mendirikan pondok pesantren, Mbah Mangli telah melakukan proses dakwah menyebarkan agama Islam di Kampung Mangli, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak dan Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Aktivitas dakwah Mbah Mangli di antaranya mulai dari pengajian rutin masyarakat yang bertempat di langgar Linggan, hingga wiridan wajib di Pondok Pesantren Mangli yakni rotib Alhadad, rotib Alatas dan rotib Syakron yang sampai sekarang masih dilakukan.
Baca Juga: Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Surut, Muncul Tugu Jenderal Sudirman Sebagai Penanda Perang Gerilya
Diketahui, pada setiap pengajian atau kegiatan seperti ngaji bersama, Mbah Mangli tidak pernah sekalipun menggunakan teknologi seperti pengeras suara, hebatnya suara mbah Mangli dapat terdengar oleh seluruh jemaahnya.
Salah satu karomah hebat yang dimiliki Mbah Mangli adalah memiliki psikokinesis tinggi, karomah tersebut memberi kemampuan pada Mbah Mangli untuk mengetahui maksud setiap jamaah yang datang.
Ia juga konon mengetahui setiap permasalahan jemaahnya dan dapat secara langsung memberi nasihat secara tepat.