Pondok tempat Cak Thoriq menimba ilmu bukanlah ponpes yang besar, namun keberadaannya di Lumajang banyak dikenal.
Terutama karena sikap telaten Kyai Abdullah Sadjadi Fadillah kepada santrinya yang kebanyakan masih anak-anak usia Madrasah Ibtidaiyah atau SD.
Menantu Kyai Nur Khotib yang lahir di tahun 1946 ini memiliki 3 orang saudara kandung, di mana ia adalah anak sulung.
Dikutip dari pernyataan mantan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat acara Haul Kyai Abdullah Sadjadi Fadillah ke-18, ada banyak hal yang membekas di hatinya soal pengajaran sang kyai.
"Saya dan para santri diberi teladan, beliau ini 3 bersaudara, saat bertemu ngobrolnya beliau pakai bahasa Jawa halus kromo inggil," ujar Cak Thoriq, seperti dikutip dari YouTube MCN Broacast, 1 Juli 2023.
Mantan Bupati Lumajang ungkap bahwa guru sekaligus kyainya itu punya kebiasaan ngobrol pakai Bahasa Jawa halus antar saudara kandung.
Hal ini mungkin terlihat sederhana, namun unggah-ungguh atau sopan santun dalam berbicara Kyai Abdullah Sadjadi Fadillah kepada adik-adiknya itu sangat menginspirasi.
Berbeda dengan anak-anak sekarang yang berbicara dengan saudaranya menggunakan bahasa Jawa atau bahasa Indonesia yang mungkin terdengar kurang sopan.
Bukan hanya mengunjung tinggi sopan santun berbicara, ada teladan lain yang diceritakan Cak Thoriq.
"Beliau anggap kami seperti anak sendiri, memotong rambut santri sendiri, kalau ada jubah santri yang robek dijahit beliau sendiri," ujar Thoriqul Haq.
Selain itu, mantan Bupati Lumajang juga pernah mengalami sakit gatal-gatal saat nyantri.