Nilai keadilan yang bersumber pada spiritualitas ketauhidan itulah yang diyakini para sahabat Gus Dur sebagai karakteristik perjuangannya.
Baca Juga: Aneh Tapi Benar-benar Terbukti, Inilah 4 Karomah Gus Dur yang Dianggap Gila, Sebagai Real Wali?
Hal itu pula yang menjelaskan perbedaan konsep Humanisme Gus Dur dengan Humanisme secara umum.
Humanisme Gus Dur selalu berpijak pada nilai-nilai ketauhidan.
Alissa juga memberikan contoh spiritualitas atau ketauhidan pada fenomena penggunaan agama oleh sebagian kelompok untuk kepentingan tertentu.
Fenomena tersebut justru harus dihindari karena atas nama Tuhan harusnya mengemban atau dilandasi nilai-nilai yang mencerminkan sifat Tuhan Maha Kasih, Maha Penyayang, dan menciptakan sistem yang adil untuk semua makhluk ciptaan-Nya.
Artinya, setiap orang boleh meyakini agamanya, tetapi wajib juga untuk menyayangi sesama manusia karena semua adalah ciptaan Tuhan yang diyakini tersebut.
Tuhan tidak hanya menciptakan umat tertentu, tetapi semua manusia di semesta ini.
Itulah kenapa hukum Tuhan harus digunakan untuk kebaikan.***