"Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in" adalah perintah kepada umat Islam supaya selalu ikhlas dalam beribadah dan meminta pertolongan kepada Allah SWT.
Bima merupakan panglima atau senapati yang sangat diandalkan kubu Pandawa dalam perang Baratayudha.
Peran Bima sebagai senapati itu juga melambangkan sholat sebagai panglima dalam Islam saat berperang melawan kebatilan.
Pasalnya, amalan yang pertama kali akan dihisab oleh Allah SWT adalah sholat.
Selain kedua kuku senjata andalannya, di dahinya terdapat Pupuk Mas Rineka Jaroting Asem.
Wujudnya seperti akar pohon asem yang terlihat mencolok dan bersinar.
Pupuk Mas tersebut merupakan simbol dari orang yang selalu teguh dan setia bersujud alias sholat.
Bagi mereka yang rajin dan istiqomah dalam menjalankan sholat, pasti akan ada tanda di dahi yang memancarkan kesegaran dan kesalehan.
Bukan dimaknai sebagai bekas kehitaman yang menonjol, tetapi air muka yang selalu bersinar.***