5. Habib Ali bin Zaenal Abidin Idrus
Tak banyak diketahui tentang Habib Ali bin Zaenal Abidin Idrus. Namun, berdasarkan penuturan warga sekitar, salah satu tokoh ulama Wali Pitu ini meninggal sekitar tahun 1982.
Menariknya, makam Habib Ali bin Zaenal Abidin Idrus yang berada di perbukitan tidak rusak meski terdapat riwayat letusan Gunung Agung pada tahun 1983.
Hal ini membuktikan bahwa makam tersebut merupakan makam seseorang yang mendapat keistimewaan atau karomah dan diyakini makam seorang ulama yang tergabung dalam Wali Pitu.
6. Syech Maulana Yusuf Al Baghdi
Makam Syech Maulana Yusuf Al Baghdi ditemukan tak jauh dari makam Habib Ali bin Zaenal Abidin Idrus sehingga diyakini bahwa sosoknya merupakan salah satu dari Wali Pitu di Bali.
Keberadaan makam kedua wali yang berdekatan ini menciptakan hubungan harmonis antara umat Hindu yang mayoritas berada di Karangasem dengan umat Islam yang termasuk minoritas di wilayah tersebut.
7. Wali Kusamba
Wali Kusamba merupakan nama yang diberikan masyarakat kepada Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar bin Abu Bakar Al Khamid lantaran makamnya yang berasa di Kampung Islam Kusamba di Bali.
Makam Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar bin Abu Bakar Al Khamid ini tak hanya ramai dikunjungi peziarah umat Islam, tetapi juga dikeramatkan penganut agama Hindu di Bali.
Hal ini dikarenakan Wali Kusamba dulunya dikenal baik sebagai guru yang mengajarkan bahasa Melayu kepada Raja Klungkung pada pertengahan abad ke-17.
Itulah ketujuh nama Wali Pitu yang merupakan sosok penting dalam sejarah penyebaran Islam di Bali.
Jejak Wali Pitu ini menjadi bukti adanya bentuk harmonisasi yang tercipta antara umat Hindu dan Muslim yang hidup dengan penuh toleransi dan kedamaian yang masih terpelihara hingga kini.***