SketsaNusantara.id - Sejarah perkembangan Islam Nusantara tak lepas dari peranan Wali Pitu yang menyebarkan ajaran agama Islam di Pulau Bali.
Wali Pitu adalah sebutan bagi tujuh tokoh ulama yang berdakwah menyebarkan ajaran Islam di Bali yang perannya setara dengan Wali Songo di tanah Jawa.
Tak banyak diketahui, sosok Wali Pitu pun memantik rasa penasaran dan menarik perhatian publik karena kisah para penyebar Islam di Pulau Dewata itu tak sepopuler Wali Songo.
Baca Juga: Mengulik Kisah Wali Pitu Sebagai Penyebar Islam di Bali, Ternyata Ada Hubungannya dengan Wali Songo?
Jejak perkembangan Islam di Bali ini memiliki banyak versi dan bisa dikatakan sosok ketujuh wali ini dikisahkan dari mulut ke mulut saja.
Menilik dari buku berjudul Wali Pitu di Bali tulisan Dewa Agung Gede Agung, kisah ketujuh tokoh penyebar Islam di Pulau Dewata ini dimulai pada abad ke-15.
Pada zaman tersebut, Raden Modin dan Kyai Abdul Jalil singgah di Bali dalam perjalanan mengantar Dalem Ketut Ngelesir, Raja Gelgel pertama usai menghadiri pertemuan dengan Kerajaan Majapahit.
Sejak saat itu, Islam mulai berkembang di Bali ditengarai dengan adanya jejak-jejak peninggalan seperti mushaf Al-Qur'an dan bedug serta bangunan surau di Pulau Dewata.
Tak hanya itu, terdapat makam-makam para ulama yang diyakini merupakan ketujuh Wali Pitu yang ditemukan pada tahun 1990-an.
Penemuan sejumlah makam tersebut ada yang dianggap keramat dan dikunjungi para peziarah hingga wisatawan muslim dari berbagai wilayah di Indonesia yang ingin melakukan wisata religi saat liburan ke Bali.
Lantas, siapa sajakah yang termasuk Wali Pitu? Berdasarkan informasi yang dihimpun SketsaNusantara.id dari buku Wali Pitu di Bali dan berbagai sumber lainnya, berikut 7 tokoh ulama yang diyakini sebagai penyebar agama Islam di Pulau Dewata.
1. Raden Mas Sepuh
Raden Mas Sepuh adalah salah satu ulama penyebar islam yang memiliki nama asli Raden Amangkurat. Ia merupakan putra dari Raja kelima Kerajaan Mengwi V yakni I Gusti Agung Madhe Munggu.