SketsaNusantara.id - Masuknya Islam di Bali tak lepas dari peranan para ulama yang menyebarkan dan mengajarkannya.
Salah satu ulama yang jadi bagian dari Wali Pitu, penyebar ajaran agama Islam di Bali adalah Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al Khamid.
Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al Khamid masih memiliki garis nasab dengan Rasulullah, ia merupakan keturunan ke-32 Nabi Muhammad SAW.
Sosok ulama inilah yang menyebarkan agama Islam di Bali, khususnya di Kabupaten Klungkung.
Hadiah Kuda dari Raja
Selain mengajarkan agama Islam, Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al Khamid semasa hidupnya mengajarkan bahasa Melayu kepada Raja Dhalem I Dewa Agung Jambe dari Kerajaan Klungkung.
Raja Dhalem I Dewa Agung Jambe pernah memberikan hadiah kuda untuk Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al Khamid. Kuda tersebut dipergunakan sebagai transportasinya dari tempat tinggalnya ke istana Raja Klungkung.
Wafatnya Habib Ali bin Abubakar bin Umar al-Hamid
Dilansir SketsaNusantara.id dari Buku Wali Pitu di Pulau Bali karya Dewa Agung Gede Agung yang diakses dari fis.um.ac.id, inilah kisah tewasnya Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al Khamid.
Suatu hari sepulangnya mengajar dari Istana Klungkung, ia diserang kawanan perampok yang tak dikenal di Pantai Kusamba.
Sekelompok perampok itu membawa senjata tajam dan melukai Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al Khamid hingga ia tewas dengan puluhan luka di tubuh.
Makam Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al Khamid
Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al Khamid kemudian dimakamkan di tepi pantai di Desa Kusumba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.