religi

Siapa Syekh Maulana Yusuf Al- Baghdi Al-Maghribi? Tokoh Wali Pitu Bali yang Makamnya Disebut-sebut Makam Kembar Keramat

Kamis, 18 Juli 2024 | 20:15 WIB
Syekh Maulana Yusuf Al Baghdi Al Maghribi (Tangkapan layar youtube.com/NaufalZuhri)

SketsaNusantara.id - Syekh Maulana Yusuf al-Baghdi al-Maghribi dikenal sebagai Wali Pitu yang menyebarkan agama Islam di Bali.

Ia bersama ulama yang bernama Ali bin Zaenal Abidin al-Idrus menyebarkan ajaran agama Islam di Bali khususnya di daerah Karangasem.

Diketahui makam dari dua ulama ini dikeramatkan oleh masyarakat Islam di Bali. Tak hanya umat Islam, namun juga umat Hindu.

Baca Juga: Keramat Pura Ratu Mas Sakti Bali, Kisah Tersembunyi Wujud Harmonisasi Hindu Islam yang Kini Ramai Peziarah dari Mancanegara

Makam dari Syekh Maulana Yusuf al-Baghdi al-Maghribi dan Ali bin Zaenal Abidin al-Idrus konon memiliki usia yang berbeda.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat, makam Syekh Maulana Yusuf al-Baghdi al-Maghribi telah berusia 350-400 tahun.

Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari YouTube Penerus Para Nabi, sebenarnya belum diketahui asal-usul dari Syekh Maulana Yusuf al-Baghdi al-Maghribi tentang sejarahnya bagaimana beliau masuk ke Pulau Dewata.

Menurut kisah dari masyarakat, pada tahun 1963 di saat Gunung Agung meletus dan mengeluarkan lahar panas serta menyemburkan bebatuan dan abu yang menjulang tinggi hingga menyebar ke seluruh Pulau Bali hingga Jawa Timur diketahui makam kuno itu masih utuh padahal banyak desa yang hancur akibat bencana tersebut.

Baca Juga: Karomah Habib Ali bin Umar Bafaqih, Ulama Syiar Islam di Bali, Lakukan Hal di Luar Nalar Cukup dengan Lambaian Tangan?

Diketahui makam ini tidak jauh dari Gunung Agung. Seperti dilindungi oleh mukjizat, makam ini tidak terkena batu kerikil maupun pasir. Makam itu tetaplah kokoh dan anggun.

Untuk lokasi makam dari Syekh Maulana Yusuf al-Baghdi al-Maghribi, berdekatan dengan makam Ali bin Zaenal Abidin al-Idrus yaitu terletak di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali.

Makam ini kemudian dikenal sebagai “Makam Keramat Kembar” yang selalu dikunjungi pada saat Bulan Ramadhan oleh umat Islam di seluruh Nusantara hingga Malaysia serta Maroko.***

Tags

Terkini