SketsaNusantara.id - Bali yang sebagian besar masyarakatnya menganut agama Hindu, ternyata menyimpan sejarah penyebaran Islam yang kisahnya selalu menarik perhatian publik.
Sejarah penyebaran Islam di Pulau Dewata itu tak lepas dari peran Wali Pitu yang setara dengan peran Wali Songo di Pulau Jawa.
Kisah Wali Songo begitu populer di kalangan masyarakat hingga saat ini, yang menunjukkan perkembangan Islam di tanah Jawa.
Selain di Jawa, ternyata ada pula Wali Pitu di Bali juga yang memiliki misi yang sama dengan Wali Songo.
Kisah asal muasalnya pun tak kalah menarik yang menunjukkan adanya perkembangan Islam di Nusantara.
Dikenal sebagai "Tujuh Wali" atau "Sapta Wali", Wali Pitu merupakan sebutan untuk tujuh wali penyebar ajaran agama Islam di Pulau Bali. Lantas, apakah Wali Pitu ini ada hubungannya dengan Wali Songo?
Dilansir dari Buku Wali Pitu di Pulau Bali karya Dewa Agung Gede Agung, salah satu dari ketujuh tokoh penyebar agama Islam di Pulau Dewata ini ternyata masih ada hubungannya dengan Wali Songo.
Diketahui, islam masuk ke Pulau Bali pada abad ke-15. Pada zaman tersebut, Wali Songo juga menyebarkan agama Islam di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Islam diketahui pertama kali masuk ke Pulau Bali sejak zaman kejayaan Kerajaan Majapahit. Saat itu Raja Gelgel pertama, yakni Dalem Ketut Ngelesir berkunjung ke Keraton Majapahit untuk menghadiri pertemuan kerajaan seluruh Nusantara.
Sepulangnya dari pertemuan tersebut, Dalem Ketut Ngelesir pulang ke Bali dengan diantar oleh iringan pasukan Majapahit termasuk Raden Modin dan Kyai Abdul Jalil yang ikut dalam rombongan tersebut.
Raden Modin dan Kiai Abdul Jalil juga sempat ikut menginap di pusat Kerajaan Gelgel di Klungkung, Bali sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke Desa Banjar Lebah.
Saat berhenti di Desa Banjar Lebah, Raden Modin menetap, sedangkan Kyai Abdul Jalil meneruskan perjalanan ke Desa Saren.