religi

Di Mana Makam Habib Ali bin Umar Bafaqih? Sosok Wali Pitu Bali yang Ramai Peziarah, Jadi Bukti Damai Dakwah Islam Nusantara

Kamis, 18 Juli 2024 | 21:30 WIB
Makam Habib Ali bin Umar Bafaqih (Tangkapan layar YouTube 7im9)

SketsaNusantara.id - Di Kabupaten Jembrana, Bali terdapat beberapa kampung muslim yang salah satunya adalah Kampung Loloan.

Mayoritas masyarakat Bali memang dikenal sebagai pemeluk Hindu yang taat namun juga terdapat beberapa kampung yang juga merupakan pemeluk Islam yang taat.

Masuknya Islam ke Pulau Bali melalui jalan yang panjang lewat ulama-ulama, wali-wali serta raja-raja Islam yang masuk ke Bali dengan membawa misi penyebaran agama Islam.

Baca Juga: Makam Keramat Kembar Wali Pitu Penyebar Agama Islam di Bali, Tak Hanya Diziarahi Kaum Muslim tapi Juga Hindu Bali

Salah satu penyebar Islam di Bali yang memiliki pengaruh kuat adalah Habib Ali bin Umar Bafaqih yang merupakan salah satu dari Wali Pitu.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Jejak Para Nabi, Habib Ali Bin Umar Bafaqih lahir pada tahun 1882 di Kampung Arab, Lateng, Kabupaten Banyuwangi.

Ia lahir dari seorang ibu bernama Syarifah Nur bin Abdullah Al-Haddad yang merupakan seorang Hafidzoh Al-Qur'an dan dari seorang ayah bernama Habib Umar Bafaqih.

Habib Ali Bin Umar Bafaqih dibimbing langsung oleh kedua orangtuanya, selain dibimbing masalah keagamaan hingga menjadi hafidz Qur'an ia juga belajar ilmu bela diri.

Setelah itu ia kemudian melanjutkan berguru kepada para ulama seperti Habib Muhammad Ba'abud dan Kiai Soleh Lateng.

Baca Juga: Keramat Pura Ratu Mas Sakti Bali, Kisah Tersembunyi Wujud Harmonisasi Hindu Islam yang Kini Ramai Peziarah dari Mancanegara

Setelah berusia 15 tahun ia kemudian berguru ke KH Muhammad Kholil di Bangkalan Madura, namun itupun hanya berlangsung tiga bulan dan disuruh keluar dari pondok sebab dinilai telah memiliki ilmu yang memadai.

Hingga akhirnya pada usia 17 tahun, yakni sekitar tahun 1899, Habib Ali bin Umar Bafaqih pergi ke tanah suci Mekkah untuk memperdalam ilmu agamanya.

Ia kemudian berguru pada beberapa ulama tersohor disana seperti Sayyid Abbas Al Maliky Al-Hasani, Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani, Syekh Umar Hamdan Al-Mahrisy, Syekh Nawawi Al-Bantani dll.

Selama 7 tahun, ia belajar agama dari guru-guru yang tersohor sebelum akhirnya kembali ke tanah air. 

Halaman:

Tags

Terkini