Ia ikut dihukum sama seperti gurunya. Tidak jauh dari masa berakhirnya hukuman Syekh Siti Jenar.
Baca Juga: Gara-Gara Semangka, Syekh Siti Jenar Pernah Dibawa Sunan Kalijaga Bergabung dengan Wali Songo
Mbah Panggung dibakar di dalam kobaran api. Sebelum menerima perintah itu, ia meminta secarik kertas dan pena.
Saat api mulai berkobar ia pun menuliskan suluk berbentuk puisi yang disebut dengan Suluk Malang Sumirang.
Suluk tersebut dibuat dengan pembuka Dandanggula. Adapun hal unik yang terjadi saat hukuman tersebut dijalankan.
Bagaimana tidak, ia tiba-tiba menghilang dari pandangan. Ia ke luar dari bara api dan diduga selamat dari hukuman.
Konon ia beralih ke Tegal untuk menyebarkan ajarannya di sana. Keberadaannya selaras dengan makam wali di sepanjang Pantura dari Tuban, Lasem, Tegal, dan Brebes.***