SketsaNusantara.id - Brotoseno atau yang populer disebut Bima merupakan tokoh pewayangan dari 5 bersaudara Pandawa.
Kakak kedua dari 5 bersaudara ini juga kerap dipanggil Werkudara dengan perawakan tinggi besar, kulit gelap, dan sangat kuat.
Bersenjatakan gada rujakpolo, sosok ini ditakuti lawan dan disegani para sekutunya.
Ia juga dikenal sebagai karakter yang tidak pernah mau tunduk atau berbahasa krama inggil kepada para raja dan dewa, kecuali Dewa Ruci, yang merupakan penggambaran pencarian spiritualitas dirinya.
Kekuatannya yang luar biasa juga ditunjang oleh senjata alami dari tubuhnya, yakni kuku pancanaka.
Dalam dakwah Sunan Kalijaga melalui wayang kulit, penggambaran Brotoseno juga tak lepas dari simbolisasi ajaran Islam yang sangat mendalam.
Pasalnya, 5 kuku yang dimiliki Brotoseno itu melambangkan ajaran yang sangat kuat di dalam Islam.
Almarhum Mbah Maimoen Zubair menjelaskan bahwa pancanaka itu berarti 5 waktu.
"Siapa Brotoseno itu? Yang punya kuku pancanaka. Kuku itu artinya kuku jari tangan, panca itu 5, naka itu waktu," ujar Mbah Moen, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Bangkit TV yang diunggah 24 April 2020.
Bagi orang Jawa, penyebutan kata lokasi itu sangat bertautan. Untuk menunjuk sesuatu yang dekat disebut "niku", kalau menunjuk yang jauh disebut "niko".
Sedangkan "niki" untuk menyebut "ini" atau "itu", dan "naka" adalah waktu.