Dikutip dari babad Jaka Tingkir, bende atau gong yang dibawa Sunan Kudus beserta 7 pengawal menemui Ki Ageng Pengging mampu mengeluarkan suara auman macan yang melengking.
Baca Juga: Digelar Malam Ini! Cek Rute Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta, Patuhi Aturan Penting Ini
Suara Bende Kyai Macan yang dibawa Sunan Kudus bisa membuat masyarakat sebuah desa geger lantaran bingung dari mana suara auman harimau yang mereka dengar.
Di desa tersebut Sunan Kudus dan rombongan bermaksud untuk mengaso atau bermalam dalam perjalanan menuju ke daerah Pengging.
Dari sumber lain, Bende Kyai Macan memiliki kesaktian seperti yang disematkan dalam namanya.
Ada hubungannya dengan sosok hewan macan atau harimau, tentunya bukan hewan sembarangan.
Pusaka gamelan ini dulu pernah diberikan Pakubuwono I kepada putranya, Pangeran Prabu.
Kesaktian Bende Kyai Pradah ini bisa melindungi Pangeran Prabu yang saat itu berada di hutan belantara Lodoyo yang terkenal dengan hewan buas, termasuk harimau.
Saat gong atau bende ditabuh atau dibunyikan, Pangeran Prabu terlindungi oleh pusaka tersebut dari buasnya habitat harimau saat babat alas Lodoyo.
Berbeda saat dibunyikan oleh istri Pangeran Prabu, dari Bende Kyai Macan keluar sebuah harimau putih yang bisa melindunginya.
Versi lainnya mengatakan bahwa Bende Kyai Pradah memiliki kesaktian yang bisa membunuh musuh hanya dengan mendengar bunyinya yang seperti auman harimau.***