Dikutip SketsaNusantara.id dari Buku Atlas Wali Songo yang ditulis Agus Sunyoto cetakan tahun 2017, wafatnya Sunan Gunung Jati melahirkan wasiat yang populer dan dibumikan oleh masyarakat Cirebon hingga saat ini.
Wasiat Sunan Gunung Jati menjadi pesan yang dilestarikan dan sebagai petuah untuk masyarakat yang ada di sekitarnya.
Syekh Syarif Hidayatulah titip 2 hal kepada seluruh masyarakat, wasiat itu bisa ditemui sampai saat ini jika berziarah ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon.
Dikutip dari Buku Atlas Wali Songo, 2 wasiat Sunan Jati yang terkenal dan melekat dengan masyarakat Cirebon dikenal dengan istilah jawokan.
Kedua pesan wasiat Sunan Gunung Jadi itu bertuliskan dalam bahasa Jawa yang memiliki makna mendalam.
Bukan hanya sekedar titipan biasa, Sunan Gunung Jati yang menjadi anggota Wali Songo sangat memikirkan bagaimana nasib dakwah yang sudah diajarkannya.
Dikenal sebagai pemimpin yang arif dan bijaksana, Syekh Syarif Hidayatullah juga memajukan peradaban pembangunan.
Kebaikan yang sudah dibangun Sunan Gunung Jadi dituangkannya dalam 2 wasiat, di antaranya:
1) "Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin"
Artinya:
"Saya titip tajug dan fakir miskin"
Kata tajug merupakan istilah yang maknanya seperti bangunan menyerupai mushola atau langgar yang dipergunakan pula untuk sholat dan mengaji di Cirebon.