"Telah dilaporkan penyelenggaraan rukyatul hilal pada Sabtu Wage, 29 Dzulhijjah 1445 H / 6 Juli 2024 M. Semua lokasi tidak melihat hilal," tulis Pengumuman Nomor: 045l6/LF–PBNU/VII/2024 Ahad, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari laman NU Online.
Jadwal Puasa Asyura Versi Muhammadiyah
Berbeda dari Nu, Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram sama dengan penanggalan pemerintah.
Ketetapan ini mengacu pada Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang menggantikan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Muhammadiyah menggunakan metode astronomi. Menurut perhitungan astronomis, konjungsi bulan terjadi pada Jumat, 5 Juli 2024 pukul 22.57.19 GMT.
Kemudian imkan rukyat atau kemungkinan terlihatnya bulan sabit pertama terjadi pada Sabtu, 6 Juli 2024 pukul 11.30.38 GMT.
Sementara itu, tinggi bulan sekitar 6 derajat dan elongasi 8 derajat.
"Berdasarkan kriteria KHGT, kondisi ini sudah memenuhi syarat untuk menentukan awal bulan yaitu 1 Muharram 1446 H yang jatuh pada Ahad, 7 Juli 2024," seperti dilansir dari laman Muhammadiyah, pada Kamis 4 Juli 2024.
Sehingga, Puasa Asyura versi Muhammadiyah jatuh pada Selasa, 16 Juli 2024.
Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Asyura dan Tasua Tanggal 9 Sampai 10 Muharram: Ada Pahala Setara 10 Ribu Malaikat
Puasa Asyura sendiri memiliki banyak faedah dalam mengamalkannya. Salah satunya diampuni dosa setahun yang lalu.***