Minggu, 19 Juli 2026

Cara Dakwah Sunan Drajat, Salah Satunya Ciptakan Tembang Terkenal yang Diiringi Gending dan Gamelan Singo Mengkok

Photo Author
Irma Agustiana, Sketsa Nusantara
- Selasa, 9 Juli 2024 | 21:15 WIB
Kompleks makam Sunan Drajat di Lamongan (Instagram.com/@zakka.asshofa)
Kompleks makam Sunan Drajat di Lamongan (Instagram.com/@zakka.asshofa)

SketsaNusantara.id - Masyarakat Indonesia khususnya umat Islam di Pulau Jawa tentunya sering mendengar tentang istilah Wali Songo.

Wali Songo sendiri memiliki makna 9 Wali merujuk pada 9 orang wali yang berkontribusi besar dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Meskipun demikian, kesembilan wali tersebut tidaklah hidup sezaman melainkan dalam kurun waktu yang berbeda-beda mulai dari Sunan Gresik hingga Sunan Gunung Jati.

Baca Juga: Apa Julukan Sunan Gresik? Seorang Wali Songo Senior Tanah Jawa yang Punya Beragam Julukan, Sebagai Kakek...

Masing-masing wali memiliki cara dakwah yang berbeda-beda menyesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat, salah satu cara dakwah yang menarik adalah dari Sunan Drajat.

Dilansir SketsaNusantara.id dari website UICI, Sunan Drajat memiliki nama asli Raden Qasim dan merupakan salah satu putra dari Sunan Ampel serta salah satu Wali Songo.

Sunan Drajat lahir sekitar tahun 1470-an M di wilayah modern Surabaya dan kemudian belajar agama hingga selanjutnya menyebarkan Islam di wilayah Drajat saat ini.

Wilayah yang sekarang dikenal sebagai Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan ini, dulunya merupakan sebuah wilayah hutan hingga akhirnya dibuka oleh Sunan Drajat.

Baca Juga: Pepali Pitu Sunan Drajat Itu Apa? Ini 7 Falsafah Kehidupan Dasar Ajaran Raden Qasim Sebagai Wali Songo

Sunan Drajat terkenal mempunyai kepribadian yang arif dan dermawan, serta menekankan pada pengikutnya tentang kaidah tak saling menyakiti, dalam perkataan maupun perbuatan.

Sunan Drajat menggunakan konsep dakwah bil-hikmah, yakni dengan kebijaksanaan dan tidak memaksa serta memakai 4 pendekatan; pengajian di masjid atau langgar, pendidikan pesantren, fatwa atau petuah untuk suatu masalah, dan melalui kesenian tradisional.

Untuk menyebarkan Islam, Sunan Drajat membangun sebuah masjid dan pesantren di sisi selatan sebuah bukit yang kini menjadi kompleks pemakamannya.

Sunan Drajat sering memperkenalkan dan mendakwahkan Islam melalui kesenian bahkan beliau menciptakan tembang Mocopat yakni Pangkur yang biasa disampaikan dengan gending dan gamelan singo meng­kok.

Baca Juga: Apa Pekerjaan Sunan Drajat? Kisah Perjuangan Raden Qasim jadi Wali Songo di Tanah Jawa Erat dengan Pepali Pitu

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: uici.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X