SketsaNusantara.id - Bulan Muharram merupakan salah satu dari 4 bulan haram yang dimuliakan oleh umat muslim. Di bulan ini, Allah melipatgandakan semua amalan umatnya.
Salah satu amalan yang memiliki keiistimewaan adalah Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.
Namun ada perbedaan penentuan awal bulan Muharram antara Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Baca Juga: Cara Dakwah Sunan Muria: Sang Penyebar Islam di Gunung Muria dengan Kesenian dan Kebudayaan
Perbedaan tersebut juga berimbas pada jadwal pelaksanaan puasa Asyura yang dilaksanakan pada 10 Muharram.
Jadwal Puasa Asyura versi Pemerintah
Menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri, tahun baru Islam (1 Muharram) jatuh pada 7 Juli 2024.
Tanggal tersebut juga tercatat sebagai hari libur nasional di kalender Masehi.
Oleh karena itu, penentuan jadwal puasa Asyura 2024 (10 Muharram) oleh pemerintah jatuh pada tanggal 16 Juli 2024.
Jadwal Puasa Asyura versi NU
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengikhbarkan bahwa tahun baru islam atau awal bulan Muharram jatuh pada 8 Juli 2024.
Penanggalan tersebut didapat setelah PBNU menyelenggarakan rukyatul hilal pada Sabtu 6 Juli 2024.
Hasilnya, semua titik lokasi tidak melihat hilal.